Politisi PAN : Situs Nikahsirri.com Telah Melakukan Praktik Perdagangan Manusia

MONITOR Jakarta – Peluncuran situs nikahsirri.com beberapa waktu lalu cukup menghebohkan masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, situs yang saat ini sudah diblokir oleh pemerintah didalamnya menawarkan nikah sirri dan lelang perawan. Akibatnya banyak pihak yang mengecam keberadaan situs tersebut.

Anggota Komisi VIII DPR RI Kuswiyanto menilai, situs nikahsirri.com itu telah melakukan praktik perdagangan manusia. Karena banyak menampilkan anak-anak yang dibawah umur. Maka dari itu, ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut.

"Di situs nikahsirri.com yang ditampilkan saya lihat anak-anak muda yang belum cukup umur, ada yang masih berada di bawah 18 tahun, yang ditampilkan ini saya melihat lebih pada perdagangan orang karena dia bisa memilih siapa saja," ujar Kuswiyanto kepada wartawan. Jakarta. Senin, (25/9).

Politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyatakan, jika kasus tidak segera diusut, khawatir akan menambah deretan kasus kekerasan seksual terhadap anak.

- Advertisement -

"Kalau itu terjadi, maka akan menambah rentetan (kekerasan) seksual kepada anak," jelas Kuswiyanto.

Dalam Undang-Undang Perkawinan, kata Kuswiyanto, tidak terdapat istilah nikah sirih. Karena ketiadaan hal itu, maka secara konstitusional nikah sirih tidak sesuai dengan kaidah hukum yang ada, terlebih dilakukan secara online.

"Semata-mata ini untuk melindungi korban. Sebab sekarang sedang marak perdagangan orang dan eksploitasi seksual. Harus benar-benar diusut," tandasnya.

Untuk diketahui, pemilik situs nikahsirri.com Aris Wahyudi telah ditangkap dikediamannya di kawasan Bekasi, Jawa Barat oleh 
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Saat ini dia sudah menyandang status tersangka. Aris dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 27 Ayat (1) Jo Pasal 45 Ayat (1) UU Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda Rp1 miliar.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER