MONITOR, New York – Negara-negara kecil yang berada di gugusan Pasifik atau yang biasa disebut dengan negara melenasia kembali membuat ulah yang membuat Indonesia marah. Ya, mereka mendesak PBB untuk mendukung kemerdekaan Papua dengan alasan banyak terjadi penyiksaan dan penindasan yang dilakukan Pemerintah Indonesia terhadap masyarakat bumi cendrawasih.
Dilansir dari The Guardian, dalam Sidang Tahunan Majelis Tinggi PBB di New York, Amerika Serikat, dua pemimpin dari Kepulauan Solomon dan Vanuatu meminta Dewan HAM PBB untuk menyelidiki kasus pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Papua Barat.
Perdana Menteri Vanuatu, Charlot Salwai mengatakan bahwa rakyat Papua Barat harus diberi hak untuk menentukan nasib mereka atas terkekang dari kolonialisme.
"Selama setengah abad sekarang masyarakat internasional telah menyaksikan penyiksaan, pembunuhan, eksploitasi, kekerasan seksual di Papua Barat yang dilakukan Indonesia," katanya, dikutip dari laman Theguardian, Minggu, 24 September 2017.
Charlot juga meminta dukungan penduduk dunia untuk mendukung hak legal Papua Barat untuk menentukan nasib sendiri. Hal serupa juga dikatakan Pemimpin Solomon, Manasseh Sogavare.
Untuk diketahui, dukungan negara-negara melanesia terhadap kemerdekaan papua dari Indonesia. Mereka bahkan terus mengkampanyekan kemerdekaan papua ke dunia internasional termasuk didalam forum resmi PBB.
MONITOR, Jakarta – Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) mengajukan uji materiil atau Judicial Review…
MONITOR, Jenewa — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya kehadiran…
MONITOR, Madinah – Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab…
MONITOR, Jakarta – Bergulirnya pembahasan revisi Undang-Undang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kembali…
MONITOR, Jakarta - Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, menilai perubahan ketiga atas…
MONITOR, Makkah - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)…