MONITOR, New York – Harga minyak dunia berakhir lebih rendah pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena sebuah pertemuan produsen-produsen minyak utama di Wina berakhir tanpa kelompok tersebut memperpanjang kesepakatan untuk mengurangi produksi mereka.
Dilansir dari Antara, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen minyak utama lainnya membuka ruang dan mungkin menunggu sampai Januari sebelum memutuskan apakah akan memperpanjang pengurangan produksi mereka melampaui kuartal pertama 2018.
Menteri energi Rusia mengatakan tidak ada keputusan yang diharapkan sebelum Januari, meskipun menteri-menteri lainnya mengatakan bahwa keputusan tersebut dapat diambil sebelum akhir tahun ini, menurut Reuters.
Sementara itu, jumlah rig yang beroperasi di ladang-ladang minyak AS turun empat rig menjadi total 744 rig minggu ini, menurut data yang dikeluarkan oleh perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes pada Jumat (22/9).
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November, naik 0,11 dolar AS menjadi 50,66 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November, bertambah 0,43 dolar AS menjadi ditutup pada 56,86 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. (ANT)
MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Rokhmin Dahuri, menegaskan…
MONITOR, Jakarta – Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) mengajukan uji materiil atau Judicial Review…
MONITOR, Jenewa — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya kehadiran…
MONITOR, Madinah – Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab…
MONITOR, Jakarta – Bergulirnya pembahasan revisi Undang-Undang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kembali…
MONITOR, Jakarta - Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, menilai perubahan ketiga atas…