MONITOR, Jakarta – Pernyataan anggota Pansus Angket KPK Henry Yosodiningrat tentang wacana pembekuan lembaga anti rasuah tersebut ditentang berbagai pihak. Tak tanggung-tanggung, PDIP yang merupakan partai asalnya, juga menentang usulan Henry.
Melalui keterangan Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, PDIP membantah jika pernyataan Henry merupakan sikap dari partai banteng moncong putih itu.
Hasto menyampaikan sejak awal Pansus Angket KPK dijalankan sebagai bagian dari mekanisme pengawasan DPR, bukan untuk membubarkan atau membekukan lembaga anti rasuah tersebut.
"Pansus Angket KPK sebagai bagian dari pengawasan DPR guna meningkatkan kinerja KPK serta mendorong kerja sama antarlembaga penegak hukum sehingga efektivitas pemberantasan korupsi dapat ditingkatkan," ujar Hasto kepada wartawan.
Ia kembali menegaskan, partainya tidak berada pada posisi meminta pembubaran atau pembekuan KPK.
"Rekomendasi yang dipersiapkan partai tetap bertitik tolak pada tugas KPK di dalam mencegah dan memberantas korupsi," jelas Hasto.
Namun dengan kewenangan yang sangat besar dan pengalaman sebelumnya, Hasto melihat bahwa KPK ternyata bisa dipengaruhi oleh kepentingan di luarnya.
"Atas dasar hal tersebut PDI Perjuangan menegaskan pentingnya penguatan pengawasan internal, termasuk mendorong akuntabilitas dalam keseluruhan proses hukum pemberantasan korupsi agar sesuai dengan standard operating procedure yang ada," tandas politikus asal Yogyakarta ini.
MONITOR, Bogor – Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Dr. Pamuji Lestari, melakukan kunjungan kerja sekaligus monitoring…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong PT PLN (Persero) untuk memitigasi dampak…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komis IX DPR RI, Yahya Zaini menyoroti informasi mengenai 4.000…
MONITOR, Ciputat – Komnas Haji mempertanyakan dasar hukum, urgensi, serta landasan filosofis dan sosiologis dari…
MONITOR, Jakarta — Outlook Ketenagakerjaan 2026 yang disusun Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan)…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak kepolisian segera menangkap dan memproses…