MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR Johnny G Plate menyarankan Menteri Keuangan untuk meberi sanksi pada pemerintah daerah yang mengendapkan dana simpanan daerahnya di perbankan. Sanksi itu berupa tidak diberikan dana insentif daerah oleh pemerintah pusat.
"Menkeu sebagai bendahara negara perlu membuat sanksi terhadap keterlambatan ini, setidaknya tidak memberikan insentif bagi daerah yang tidak mampu menyerap dana tepat waktu." kata Johnny kepada monitor.co.id, Kamis (3/8).
Politisi asal Nusa Tenggara Timur itu menambahkan, kecenderungan mengendapkan dana di Bank ini biasa dilakukan para pejabat daerah untuk memperoleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan cara singkat.
"Ada kecenderungan dana transfer daerah digunakan oleh pemda baik provinsi maupun kabupaten /kota dengan menempatkan di bank yang memberikan bunga tinggi. pendapatan bunga atas investasi tersebut selanjutnya dianggap sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) mereka," tambah Johnny.
Lebih lanjut, Johnny menyampaikan bahwa hal seperti ini tidak boleh dibiarkan berlanjut, karena selain menghambat percepatan pembangunan juga tidak menggambarkan profesionalisme pengelolaan keuangan yang baik.
"Hal seperti ini tidak boleh dibiarkan terus berlanjut, karena menghambat percepatan pembangunan dan tidak menggambarkan kemampuan penerimaan daerah sesungguhnya," Tutup Johnny.
Perlu diketahui, sebelumnya Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) mengungkapkan dana simpanan pemerintah daerah (Pemda) yang berada di perbankan mencapai Rp 222,6 triliun hingga akhir Juni 2017
MONITOR, Jakarta – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kembali menuai kritik. Jaringan Pemantau…
MONITOR, Jakarta - Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak masyarakat untuk semakin…
MONITOR, Bangka Belitung – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan menyelimuti kediaman Mbah Sarmidi Mangunwilogo Cokrodiningrat,…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengungkap bahwa Rancangan perubahan UU…
MONITOR, Banjarmasin - Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian mengubah paradigma pembangunan dari ekonomi…
MONITOR, Jakarta - Analisis Dunia Islam dan Timur Tengah (Timteng) Mahfuz Sidik mengatakan, seluruh negara…