NASIONAL

IPW Apresiasi Kepemimpinan Irjen Agus Suryonugroho di Korlantas: Humanis, Profesional dan Berbasis Teknologi

MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) memberikan apresiasi atas kepemimpinan Irjen Pol. Agus Suryonugroho selama menjabat sebagai Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri yang menghadirkan paradigma baru dalam pelayanan lalu lintas dengan mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan berbasis teknologi.

Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso menilai berbagai kebijakan yang diterapkan telah membawa perubahan mendasar terhadap wajah pelayanan lalu lintas Polri, dari pendekatan yang semula identik dengan penindakan menjadi pelayanan publik yang lebih humanis, modern, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Menurut Sugeng transformasi tersebut menjadi salah satu faktor yang ikut memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“IPW mengapresiasi kinerja Irjen Pol. Agus Suryonugroho selama memimpin Korlantas Polri. Kepemimpinannya menunjukkan bahwa polisi lalu lintas tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat. Pendekatan humanis yang dibangun mampu mengubah persepsi publik terhadap Polantas,” katanya kepada media, Sabtu (4/7/2026).

Sugeng menuturkan bahwa selama masa kepemimpinan Irjen Agus, berbagai inovasi pelayanan berhasil diwujudkan. Program Polantas Menyapa dan Melayani menjadi simbol perubahan paradigma pelayanan yang lebih mengedepankan komunikasi, edukasi, dan perlindungan kepada masyarakat.

Pada saat yang sama, terang Sugeng modernisasi sistem melalui penerapan ETLE Nasional Presisi memperkuat penegakan hukum berbasis teknologi yang lebih transparan, akuntabel, dan meminimalkan potensi penyimpangan di lapangan.

“Digitalisasi pelayanan lalu lintas merupakan langkah strategis. Penegakan hukum tidak lagi bertumpu pada pola-pola konvensional yang sering memunculkan persepsi negatif di masyarakat, melainkan mengedepankan sistem elektronik yang objektif dan profesional,” tegasnya.

IPW juga menilai kebijakan yang mengarahkan personel lalu lintas untuk mengutamakan edukasi dibanding penindakan represif telah menciptakan hubungan yang lebih baik antara polisi dan masyarakat.

“Pendekatan tersebut diperkuat dengan kemitraan bersama berbagai komunitas pengguna jalan, termasuk pengemudi ojek online, sebagai bagian penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas,” jelas Sugeng.

Sugeng menambahkan bahwa slogan “Senyum Polantas adalah Marka Utama” bukan sekadar jargon, melainkan telah diterjemahkan menjadi budaya pelayanan di lapangan.

“Selama ini masyarakat sering merasa cemas ketika berhadapan dengan polisi lalu lintas. Di bawah kepemimpinan Irjen Agus, paradigma itu mulai berubah. Polantas tampil lebih ramah, komunikatif, dan mengedepankan pelayanan. Perubahan kultur seperti inilah yang menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan publik,” katanya.

Dari aspek operasional, IPW mencatat keberhasilan Korlantas dalam mengelola arus mudik dan arus balik pada Operasi Ketupat 2025 dan Operasi Ketupat 2026. Meski menghadapi volume kendaraan yang sangat tinggi, rekayasa lalu lintas mampu berjalan efektif sehingga kemacetan dapat ditekan dan mobilitas masyarakat berlangsung relatif lancar.

Selain itu, pelaksanaan Operasi Lilin Natal dan Tahun Baru 2025–2026 juga menunjukkan hasil positif. Berdasarkan catatan Korlantas, angka kecelakaan lalu lintas menurun sekitar 7 persen, sementara korban meninggal dunia turun hingga 27,12 persen.

“Bagi IPW, capaian tersebut menunjukkan bahwa strategi keselamatan berlalu lintas yang diterapkan berjalan secara efektif,” ungkapnya.

Sugeng menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kombinasi antara kepemimpinan, profesionalisme personel, pemanfaatan teknologi, serta pendekatan humanis yang konsisten.

“Keberhasilan institusi kepolisian tidak hanya diukur dari banyaknya penindakan hukum, tetapi juga dari meningkatnya rasa aman, kepuasan masyarakat, serta kemampuan institusi membangun kepercayaan publik. Dalam konteks itu, IPW menilai kepemimpinan Irjen Pol. Agus Suryonugroho telah memberikan kontribusi yang nyata bagi citra positif Polri,” ujar Sugeng.

IPW berharap fondasi reformasi pelayanan yang telah dibangun selama kepemimpinan Irjen Pol. Agus Suryonugroho dapat dilanjutkan oleh Kakorlantas Polri yang baru, Irjen Pol. Wibowo. Keberlanjutan inovasi, digitalisasi pelayanan, dan pendekatan humanis dinilai penting untuk memperkuat transformasi Polri sebagai institusi yang profesional, modern, dan semakin dipercaya masyarakat.

Indonesia Police Watch (IPW) meyakini bahwa reformasi pelayanan publik yang konsisten akan menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan legitimasi dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai institusi penegak hukum yang melindungi, mengayomi, dan melayani seluruh warga negara.

Recent Posts

Lolos Karantina, 10.362 Ekor Ikan Hidup Asal Natuna Kembali Diekspor ke Hong Kong

MONITOR, Batam – Sebanyak 10.362 ekor ikan hidup asal Kabupaten Natuna kembali berhasil menembus pasar…

14 jam yang lalu

Rukun, Kompak dan Bahagia, Warga RT 03 Perumahan Muslim Alfalaah 3 Gelar Family Gathering

MONITOR, Cisarua - Dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkuat rasa kebersamaan, warga Perumahan Muslim Alfalaah…

1 hari yang lalu

Pajak JHT Jadi Polemik, Legislator: Negara Harusnya Beri Rasa Aman ke Pekerja di Tengah Ancaman PHK

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi menyoroti soal polemik pengenaan tarif pajak…

1 hari yang lalu

Komisi XIII DPR Soroti Pengadaan Gembok Ditjenpas yang Dalam 2 Tahun Capai Hingga Rp 92 M, Minta Ada Audit

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XIII DPR RI, Pangeran Khairul Saleh menyoroti program pengadaann gembok…

1 hari yang lalu

Dorong Penanganan Karhutla, Prof Rokhmin: Edukasi Rakyat, Hukum Tegas Korporasi Pembakar Hutan

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan…

2 hari yang lalu

Legislator Kecam Lagu ‘Lalaki Langit’ karena Dinilai Lecehkan Perempuan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengecam lagu berjudul 'Lalaki…

2 hari yang lalu