MONITOR, Jakarta – Pemprov DKI punya perhatian serius terhadap keberadaan trotoar di Ibukota. Ini dibuktikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan mengumpulkan sekitar 150 pemilik gedung yang berada disekitar Jalan Sudriman – MH Thamrin di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (6/3).
Anies mengatakan dalam melakukan sosialisasi terhadap penataan ulang kawasan itu yang tengah dikerjakan agar memperhatikan kondisi trotoar.
Dalam penataan tersebut Anies meminta agar pemilik gedung menyesuaikan diri dengan rencana penataan trotoar. Anies berharap pemilik gedung merubah pagar depan dengan pembatas yang lebih natural.
“Jangan sampai di kanan kirinya gedung-gedung itu dipasang benteng-benteng, tembok-tembok yang kokoh, besar, tinggi yang bisa menghalangi trotoar. Saya beri contoh saja, kanan kiri gedung bisa menggunakan tanaman yang ketinggiannya tidak mudah dilewati, tapi secara pandangan tidak menghalangi,” kata Anies.
Dikatakan Anies tidak ada sekat yang mencolok antara gedung dengan trotoar di sepanjang Jalan Sudiirman – MH Thamrin. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan akan membebaskan pemilik gedung untuk membuat desain tersendiri.
“Saya sampaikan tadi rancangan pembatas yang soft itu banyak sekali contohnya. Tinggal kreativitas mereka, tidak usah diseragamkan, biarkan pembatasnya beragam karena itu akan membuat koridornya jadi lebih indah nantinya,” tandasnya.
Anies menandaskan meski desain pagar diubah, faktor keamanan gedung tetap menjadi perhatian. Dikatakan Anies nantinya trotoar akan dibuat lebih lebar dan lebih nyaman bagi pejalan kaki. Diketahui saat ini trotoar di Jalan Sudirman-MH. Thamrin lebarnya berkisar 5,5 meter. Dengan penataan ulang, trotoar akan memikiki lebar 9 hingga 12 meter.
Mantan Rektor Universitas Paramadina itu mengatakan trotoar tidak hanya difungsikan sebagai jalur pejalan kaki, namun juga akan dijadikan tempat interaksi sosial budaya.
