MONITOR, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa simpati atas musibah bencana gempa bumi besar yang melanda Venezuela, Jepang, dan California Amerika Serikat dalam waktu berdekatan. Ia pun mendorong Pemerintah untuk memastikan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di 3 negara tersebut.
“Tentunya Indonesia turut bersimpati atas musibah gempa bumi yang melanda Venezuela, Jepang, dan California Amerika Serikat,” kata Puan Maharani, Jumat (26/6/2026).
Seperti diketahui, 3 gempa berkekuatan besar menghantam 3 negara dalam waktu tak sampai 24 jam dengan waktu berurutan sejak hari Rabu (24/6) sore Waktu Indonesia Barat (WIB) hingga Kamis (25/6) pagi.
Venezuela mengalami gempa kembar atau doublet earthquake yang juga pernah melanda Indonesia. Gempa kembar Venezuela ini terjadi pada Rabu (24/6) sore waktu setempat di mana gempa pertama berkekuatan magnitudo (M) 7,5 dan gempa kedua guncangannya lebih dahsyat, yakni M 7,5.
Gempa Venezuela menimbulkan kerusakan serius dari infrastruktur di negara itu. Sejumlah gedung di wilayah ibu kota Venezuela, Caracas, dilaporkan rusak hingga ambruk. Korban tewas akibat dua gempa dahsyat itu mencapai 235 orang dan korban luka ada 1.520 orang.
Puan pun menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa di Venezuela akibat gempa yang jumlahnya cukup signifikan.
“Atas nama DPR RI dan rakyat Indonesia, kami sampaikan dukacita mendalam kepada masyarakat Venezuela. Kami dapat merasakan beratnya beban akibat gempa bumi seperti di Venezuela karena pernah mengalami hal yang sama,” ungkapnya.
Adapun fenomena gempa kembar yang pernah terjadi di Indonesia di antaranya adalah Gempa Bengkulu pada 2007 hingga Gempa di Lombok pada 2018. Kedua gempa kembar itu memicu kerusakan dan tsunami.
Selain Venezuela, gempa juga mengguncang California Utara AS, degan kekuata M5,6 yang berpusat di kedalaman sangat dangkal, yaitu 8,1 km pada hari Rabu (24/6) pukul 22.10 waktu setempat. Berbagai media di AS menyebut gempa ini terkuat sejak tahun 1990.
Gempa kuat M7,2 juga mengguncang wilayah Jepang, tepatnya di timur laut Jepang pada hari Kamis (25/6) pukul 07.30 waktu setempat. Dilaporkan tidak ada korban jiwa akibat gempa di California dan Jepang, walaupun ada sejumlah warga yang mengalami luka-luka.
Meski Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tidak ada korban WNI dalam rangkaian gempa bumi yang melanda Venezuela, Jepang, maupun California, Puan meminta agar Pemerintah terus memantau kondisi para WNI di tiga negara itu. Ia mendorong Pemerintah segera mengaktifkan protokol perlindungan WNI dalam situasi bencana internasional.
“Termasuk terus memantau keadaan seluruh WNI di wilayah terdampak, pembentukan pusat informasi terpadu bagi keluarga di Indonesia, kesiapan bantuan logistik dan layanan psikososial jika dibutuhkan,” ujar Puan.
Mantan menko PMK ini juga meminta Pemerintah memperkuat sistem perlindungan WNI berbasis teknologi melalui pemutakhiran data diaspora Indonesia. Selain itu, kata Puan, diperlukan pula optimalisasi layanan Safe Travel, serta pengembangan sistem komunikasi darurat yang memungkinkan perwakilan Indonesia memperoleh informasi kondisi WNI secara lebih cepat ketika terjadi bencana atau konflik di luar negeri.
“Perlindungan warga negara merupakan amanat konstitusi yang harus diwujudkan melalui kesiapsiagaan yang terukur, termasuk bagi WNI yang tinggal atau berada di luar negeri,” sebutnya.
“Negara harus selalu memiliki kemampuan untuk menjangkau, melindungi, dan memastikan keselamatan WNI di manapun rakyat Indonesia berada,” imbuh Puan.
Berdasarkan informasi, gempa yang terjadi di Venezuela, Jepang, dan California tidak saling berkaitan karena dipicu sumber yang berbeda dan lokasinya yang sangat berjauhan. Ketiga gempa beruntun itu dipicu gempa dengan mekanisme sumber yang bervariasi, mulai dari pergeseran sesar lokal (California Utara dan Venezuela) hingga aktivitas subduksi lempeng (Jepang).
Puan berharap, masyarakat Venezuela, Jepang, dan California yang terdampak gempa dapat segera kembali pulih dan beraktivitas normal kembali.
“Doa kami rakyat Indonesia untuk semua masyarakat Venezuela, Jepang, dan California,” tutur cucu Proklamator RI Bung Karno tersebut.
Puan menambahkan, Indonesia memahami besarnya tantangan yang dihadapi ketiga negara tersebut karena sama-sama berada dalam kawasan yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.
“Solidaritas kemanusiaan dan kerja sama internasional dalam penanggulangan bencana harus terus diperkuat sebagai bagian dari tanggung awab bersama menghadapi risiko global,” ucap Puan.
Dengan peristiwa beruntunnya gempa bumi itu, perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini meminta Indonesia terus mewaspadai potensi gempa bumi. Puan mendorong Pemerintah untuk memperbanyak edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi gempa.
“Masyarakat Indonesia perlu terus mengasah kesiapsiagaan mandiri dan cara menyelamatkan diri saat terjadi gempa, mulai dari memahami teknik berlindung di bawah furnitur kokoh saat guncangan terjadi, sampai evakuasi bila ada ancaman tsunami,” jelasnya.
“Indonesia harus selalu siaga bencana. Mitigasi harus terus dilakukan, dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tutup Puan.
