MONITOR, Kutai Kartanegara – Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amin Sunaryadi meresmikan Fasilitas produksi gas Lapangan Jangkrik di area fasilitas penerimaan darat (onshore receiving facility/ORF) milik Eni Muara Bakau di Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Selasa (31/10).
Amin menuturkan, fasilitas tersebut mampu meningkatkan produksi gas nasional sebesar lima persen. "Lima persen itu sekitar 4 juta dolar AS untuk penghematan anggaran," kata Amin.
Target lifting atau produksi gas siap jualnya, sambung Amin adalah 6.440 MMscfd dan realisasinya pada kuartal III-2017 adalah 6.367 MMscfd. Sedangkan lifting minyak dan gas realisasinya adalah 1.934 Mboepd.
Proyek ini, tambah Amin, mencakup lapangan Jangkrik dan Jangkrik North East yang terletak di blok Muara Bakau, Cekungan Kutai, di perairan laut dalam Selat Makassar. Produksi itu dihasilkan melalui sepuluh sumur bawah laut yang terhubung dengan FPU Jangkrik dan telah mencapai 600 juta kaki kubik per hari (mmscfd) atau setara dengan 100,000 barel setara minyak per hari (boed).
Amin menuturkan, Keberhasilan proyek ini dirasa signifikan untuk menambah pasokan gas dalam negeri dan memenuhi target (produksi gas siap jual) lifting gas bumi pada tahun 2017 sebesar 1,15 juta barrel setara minyak per hari, dan 2018 sebesar 1,2 juta.
Perlu diketahui, Pemerintah menargetkan peningkatan penggunaan gas di dalam negeri. Tahun 2017 alokasi gas di dalam negeri sebesar 62 persen.
Sedangkan, pada bulan Mei 2017 produksi gas Jangkrik sebesar 150 juta kaki kubik per hari, hingga akhir Oktober 2017 sudah mencapai 600 juta kaki kubik per hari.
