MONITOR, Jakarta – Kasus kekerasan terhadap anak bisa diminimalisir melalui pola pengasuhan di lingkungan keluarga. Komisioner KPAI Bidang Trafficking dan Eksploitasi Ai Maryati Sholihah menyatakan, komunikasi yang baik dan erat bisa membuat psikologi anak nyaman berada di rumah.
Menurutnya, pola tersebut harus diterapkan pada semua keluarga di Indonesia. "Kami menghimbau kepada seluruh keluarga di Indonesia, agar meningkatkan kualitas pengasuhan positif di keluarga baik melalui komunikasi yang erat dan efektif," ujar Ai Maryati dalam pesan tertulis.
Para orangtua, kata Ai Maryati, seharusnya bisa menjadi 'jembatan' bagi anak untuk mencurahkan segenap perasaan dan masalah yang menimpa diri sang anak. Untuk itu, orangtua harus memiliki sikap terbuka pada buah hatinya.
"Dengan membuka diri seluas-luasnya untuk selalu mencurahkan perhatian, kasih sayang, menceritakan pengalaman, membahas permasalahan anak dalam rangka deteksi dini dan pencegahan terjadinya kekerasan seksual di lingkungan rumah, pendidikan dan lingkungan sosial," jelasnya.
Selanjutnya, ia meminta para orangtua untuk melakukan deteksi dini pada aktivitas sang anak. Misalnya, sering memeriksa gadget ataupun barang mainan milik anak. Hal itu supaya mencegah tindak negatif yang tak layak bagi anak.
"Mari melakukan tindakan preventif perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan seksual dengan selalu memeriksa HP dan Gadget anak secara simultan dengan cara dan pendekatan yang ramah," tandasnya.
