Kinerja Ekspor Indonesia Tumbuh Postif, Negara Raup Keuntungan USD 7,4 M

MONITOR, Jakarata – Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menyatakan sampai periode Juli 2017, kinerja ekspor Indonesia tumbuh positif. Sehingga, dari kinerja ekspor non migas ini, negara meraup keuntungan sebesar USD 7,4 miliar.

Kinerja ekspor sampai Juli 2017 ini, tutur Enggar, memberi kontribusi surplus pendapatan negara sebesar USD 7,4 miliar. Hal ini dihasilkan dari perdagangan nonmigas yang mencapai USD 12 miliar yang dikurangi defisit perdagangan migas sebesar USD 4,6 miliar.

"Surplus ini jauh lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar USD 4,8 milliar," ungkap pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat dalam dalam siaran pers yang diterima MONITOR di Jakrta, Jum'at (18/7).

(Baca juga: Kata Sri Mulyani soal Pengelolaan Pembiayaan Utang 2018)

- Advertisement -

Negara-negara penyumbang surplus nonmigas sampai Juli 2017 itu adalah India, Amerika Serikat, Filipina, Pakistan, dan Belanda dengan nilai mencapai USD 17,2 miliar. Sedangkan mitra dagang yang menyebabkan defisit terbesar adalah Tiongkok, Thailand, Australia, Korea Selatan, dan Argentina dengan sebaran jumlah mencapai USD 13,4 miliar.

Lebih lanjut, Enggar menilai tumbuh positifnya kinerja ekspor ini menjadi sinyal membaiknya perekonomian global.

“Kinerja ekspor Indonesia yang terus tumbuh pada pertengahan tahun ini menunjukkan indikasi positif bahwa perekonomian global telah membaik," ujar pria yang pernah memimpin Real Estate Indonesia (REI) itu.

(Baca juga: Industri Nasional Diprediksi Bakal Gulung Tikar)

 

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER