MONITOR, Sleman – Indoraya Mitra Persada (IMP 168) menjalin kerja sama MoU dengan peneliti asal Filipina, Dr. Venus Otadoy Saz, dalam bidang pertukaran pengetahuan ilmiah dan penelitian dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian menggunakan produk Indonesia pupuk hayati NatureGen yang akan dipasarkan di Filipina. MoU dilaksanakan pada 14 September 2026 di Kantor IMP 168 Sleman, Yogyakarta.
MoU tersebut menjadi kerangka kerja sama antara IMP 168 dan Dr. Venus, khususnya dalam bidang mikrobiologi, bioteknologi pertanian, input pertanian hayati, serta penelitian dan kegiatan ilmiah di lapangan.
Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak membuka ruang kolaborasi dalam pertukaran pengetahuan ilmiah, pengalaman penelitian, informasi teknis, dan keahlian yang berkaitan dengan mikrobiologi, bioteknologi pertanian, dan penelitian pertanian. Ruang lingkup kerja sama juga mencakup penelitian pertanian, studi lapangan, studi efikasi, serta berbagai kegiatan ilmiah lain yang disepakati bersama.
Founder dan Direktur Utama IMP 168 Atik Chandra menyatakan bahwa MoU tersebut menandai langkah kerjasama strategis dimana pada sebelumnya Dr Venus telah membantu melakukan uji lapangan yang diverifikasi disurvei langsung oleh kementerian Pertanian Filipina.
“Uji lapangan tersebut dilakukan di lokasinya Central Luzon State University dari Juni 2025 hingga Oktober 2025 melalui pengaplikasian produk IMP 168 yakni NatureGen. Ms Venus dan tim dari Philipina sangat senang dan mengapresiasi dimana hasil produksi bisa naik 2 ton dari biasanya 5 ton menjadi 7 ton dengan pengunaan Naturgen,” katanya.

“Rektor dan rekan profesor di Visayas State University Filipina juga menyampaikan ketertarikan saat melihat acara panen raya tersebut,” tambahnya.
Saat ini, IMP 168 kata Atik Chandra tengah mengurus perizinan dan uji laboratorium lebih lanjut. Sementara untuk agen resmi IMP168 rencananya akan menggandeng DC Cruz Trading distributor yang sudah berdiri 60 tahun di Filipina.
“Mereka bahkan sudah memesan satu container NatureGen, prosesnya saat ini hanya menunggu izin edar terbit disana,” ungkapnya.
Atik Chandra menjelaskan bahwa kerjasama MoU juga diarahkan pada kolaborasi penyusunan, presentasi, dan publikasi hasil penelitian atau kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh kedua pihak.
“Hasil kerja sama dapat dipresentasikan dalam seminar ilmiah, konferensi, forum akademik, jurnal ilmiah, maupun publikasi profesional lainnya,’’ jelasnya.
