Selasa, 28 April, 2026

Politikus PAN Nilai Survei Terbaru SMRC Kurang Akurat

MONITOR, Jakarta – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) melalui Direktur Riset Deni Irvani merilis survei yang ditayangkan di YouTube SMRC, Minggu (18/12/2022). Dimana Jajak pendapat ini dilakukan pada 3-11 Desember 2022 dengan total sampel 1.029 responden. Survei dilakukan dengan memilih sampel secara acak dengan metode multistage random sampling.

Salah satu hasil survei tersebut menempatkan Partai Amanat Nasional (PAN) meraih 1,7 % dan paling teratas adalah PDI Perjuangan (PDIP) 24,1 %. Hasil survei ini dinilai gamang dan lemah oleh Politisi PAN Syafrudin Budiman. Sebab katanya, okupansi random sampling surveinya tidak berdasar teori dan metodologi penelitian kualitatif dan hanya kuantitatif semata.

“Hasil survei SMRC gamang dan lemah hasilnya. Bukan untuk meragukan hasilnya, namun secara teori dan metodologi-nya, apakah menggunakan deskriptif kualitatif atau deskriptif kuantitatif saja. Atau kedua-duanya dipakai. Jadi kalau PAN cuman 1,7 % kelihatan aneh,” ujar Gus Din sapaan akrab Syafrudin Budiman kepada awak media, Senin malam (19/12/2022).

Menurutnya, survei SMRC harus dijelaskan kuesioner-nya siapa saja, pemetaan okupansi-nya apa saja dan lokasi sampling dimana saja. Jangan sampai hanya berdasarkan survei-survei saporadis tanpa landasan teori dan metodologi penelitian ilmiah yang rasional dan empiris.

- Advertisement -

“Kita bisa lihat dalam sejarah survei jelang Pemilu, PAN selalu dilemahkan secara teori. Akan tetapi angka faktual yang empiris dan rasional malah meraih angka signifikan jauh banget dari hasil survei. Kenapa bisa terjadi pada PAN, karena survei SMRC akurasi dan presisinya lemah,” terang alumni Sarjana Ilmu Politik FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) ini.

“Jadi sudah dipastikan kualitas kuesioner-nya lemah dan gamang. Bahkan, analisa surveinya tidak presisi, sehingga akurasinya diragukan. Andai okupansi responden jelas, dari sisi lokasi, pekerjaan, usia, penghasilan, gender, pemilih pemula atau tidak. Tentu landasannya bukan semata berbasis deskripsi kuantitatif tetapi deskripsi kuantitatif,” jelas Gus Din yang berprofesi Konsultan Media dan Politik ini.

Diketahui sebelumnya, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis survei elektabilitas partai politik. Dalam survei ini, elektabilitas PDIP unggul dengan angka yang jauh signifikan dibanding partai lainnya. Jajak pendapat ini dilakukan pada 3-11 Desember 2022 dengan total sampel 1.029 responden. Survei dilakukan dengan memilih sampel secara acak dengan metode multistage random sampling.

Responden terpilih kemudian diwawancarai dengan tatap muka. Margin of error dari survei ini diperkirakan +-3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95%.

Hasilnya elektabilitas PDIP terlihat sangat tinggi dengan suara mencapai 24,1%. Angka ini berbeda jauh dengan elektabilitas parpol yang berada di urutan setelahnya.

Berikut hasil elektabilitas lengkap partai politik versi SMRC:

PDIP 24,1 %
Golkar 9,4 %
Gerindra 8,9 %
Demokrat 8,9 %
PKS 6,2 %
PKB 6,1 %
Perindo 4,6 %
NasDem 3,2 %
PPP 2,9 %
PAN 1,7 %
PBB 0,9 %
Hanura 0,7 %
Garuda 0,2 %
PSI 0,5 %
Buruh 0,2 %
Gelora 0,1 %
PKN 0,0 %
Ummat 0,0 %
Lainnya 0,0 %
Tidak tahu 20,9 %

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER