Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar saat menerima kunjungan U.S Army War College di Mesjid Istiqlal Jakarta
MONITOR, Jakarta – Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat kembali mendapat ruang dalam pertukaran gagasan strategis. Delegasi U.S. Army War College berkunjung ke Masjid Istiqlal, Jakarta, dalam agenda yang disebut menjadi bagian dari penguatan hubungan, kepercayaan, serta pertukaran perspektif antara kedua negara.
Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Agama RI, Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., melalui unggahan media sosialnya, Kamis (25/9/2026).
Gugun mengatakan pertemuan dengan delegasi U.S. Army War College bukan sekadar agenda protokoler, melainkan ruang untuk membangun hubungan, kepercayaan, pemahaman strategis, dan pertukaran gagasan.
“Beyond protocol, engagements such as this are about relationships, trust, strategic understanding, and the exchange of ideas,” tulis Gugun.
Menurutnya, Masjid Istiqlal memiliki posisi strategis sebagai ruang yang mempertemukan diplomasi, identitas kebangsaan, pendidikan, dan hubungan internasional. Karena itu, dialog lintas institusi dinilai dapat membuka pemahaman yang lebih luas mengenai Indonesia dari berbagai perspektif.
Gugun juga menyoroti posisi Indonesia sebagai negara besar di kawasan Asia dan anggota ASEAN yang memiliki hubungan dengan berbagai mitra internasional.
Dalam konteks tersebut, ia menekankan pentingnya Indonesia membangun jembatan dialog antara Barat, Asia, dan negara-negara Global South.
“Our strength lies not in choosing sides, but in creating channels for dialogue, cooperation, and mutual understanding,” tulisnya.
Gugun juga mengaitkan pandangan tersebut dengan posisi Presiden Prabowo Subianto yang dalam berbagai kesempatan menekankan peran Indonesia sebagai jembatan antara Global North dan Global South.
Pertemuan dengan delegasi U.S. Army War College, lanjut Gugun, diharapkan tidak berhenti pada hubungan formal antarlembaga. Pertukaran profesional, percakapan langsung, dan hubungan antarmanusia dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kerja sama jangka panjang.
Ia berharap engagement tersebut dapat berkontribusi terhadap penguatan kerja sama Indonesia-Amerika Serikat, termasuk di bidang pendidikan, pertahanan, pengembangan kepemimpinan, serta hubungan antarlembaga.
“Quiet conversations today can become stronger partnerships tomorrow. InshaAllah!” tulis Gugun.
Dari Istiqlal, pesan yang disampaikan Gugun menempatkan dialog sebagai bagian penting dalam membangun hubungan antarnegara. Perbedaan perspektif, menurut gagasan yang disampaikannya, tidak harus menjadi jarak, tetapi dapat menjadi ruang untuk memperkuat kerja sama dan saling memahami.
MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…
MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…
MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…
MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…
MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…