PEMERINTAHAN

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat lembaga inkubator sebagai ujung tombak pembinaan usaha dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang mampu melahirkan wirausaha berkualitas dan berdaya saing.

Menteri Maman mengatakan pemerintah menargetkan lahirnya 10 juta penduduk yang berusaha dan bekerja melalui penguatan ekosistem kewirausahaan. Salah satu instrumen yang diperkuat untuk mencapai target tersebut adalah lembaga inkubator, baik yang berada di lingkungan perguruan tinggi maupun di luar kampus.

Keberadaan inkubator dinilai penting sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam memastikan pengusaha UMKM memperoleh pendampingan yang terstruktur dan berkelanjutan, mulai dari pengembangan usaha, pemanfaatan teknologi dan inovasi, hingga akses pembiayaan serta pasar.

“Kenapa harus inkubator? Karena kita membutuhkan perpanjangan tangan agar pembinaan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah lebih terstruktur, sistematis, terintegrasi, serta berkelanjutan,” kata Menteri Maman saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Jawa Timur di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Rabu (23/9).

Menurut Menteri Maman, banyak produk UMKM maupun inovasi yang memiliki kualitas baik, tetapi belum berkembang secara optimal karena belum mendapatkan pendampingan berkelanjutan, penguatan riset, maupun perencanaan komersialisasi.

Karena itu, Kementerian UMKM memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk menjembatani inovasi dan hasil riset agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

“Kita ingin inovasi yang dihasilkan kampus ke depan bisa dikomersialkan, masuk ke industrialisasi, dan dimanfaatkan masyarakat,” kata Menteri Maman.

Ia mencontohkan sejumlah inovasi yang dikembangkan ITS, termasuk teknologi kesehatan dan robotika. Menurutnya, pemerintah perlu hadir membantu mengakselerasi berbagai tahapan yang diperlukan agar inovasi dapat dimanfaatkan lebih luas, termasuk dalam proses perizinan dan sertifikasi.

Menteri Maman menilai Bursa Wirausaha Unggulan menjadi momentum untuk memperluas sinergi pengembangan kewirausahaan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pembiayaan, serta lembaga inkubator.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk membangun ekosistem yang mampu melahirkan wirausaha yang tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang, meningkatkan skala usahanya, dan menciptakan lapangan kerja.

“Tidak mungkin kita melakukan pembinaan kalau tidak berkesinambungan dan berkelanjutan. Karena itu, kita bersama-sama dengan kampus menghidupkan inkubator. Mudah-mudahan dari kebijakan ini lahir usaha mikro, kecil, dan menengah yang berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri,” tutur Menteri Maman.

Penguatan inkubator tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional yang menjadi payung kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pembiayaan, lembaga inkubator, komunitas, serta pemangku kepentingan lainnya.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk mempercepat pencapaian rasio kewirausahaan sebesar 3,6 persen pada 2029 dan 8 persen pada 2045.

Selain pendampingan, Menteri Maman menekankan pentingnya pembiayaan sebagai bagian dari ekosistem pengembangan usaha. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Timur hingga saat ini telah mencapai Rp37,11 triliun kepada sekitar 643 ribu debitur UMKM. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp23 triliun telah disalurkan ke sektor produksi.

Namun, menurut Menteri Maman, pembiayaan tidak dapat berdiri sendiri. Akses permodalan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas usaha, legalitas, kualitas produk, serta perluasan akses pasar agar pembiayaan benar-benar menghasilkan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

“Kalau pembiayaan sudah diberikan, tetapi produknya tidak bisa dijual, usaha juga akan kesulitan berkembang. Karena itu, selain legalitas dan pembiayaan, pasar menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi UMKM,” katanya.

Pemerintah juga terus memperkuat posisi produk lokal di pasar domestik sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saingnya agar mampu menembus pasar ekspor.

Kementerian UMKM bersama Kementerian Perdagangan terus memperluas akses pasar serta mengupayakan kemudahan regulasi dan insentif bagi produk Indonesia untuk memasuki pasar global, termasuk produk-produk unggulan dari Jawa Timur.

“Catatan pertama kalau kita bicara ekspor adalah kualitas. Produk lokal kita tidak kalah kualitasnya. Sekarang kami bersama Kementerian Perdagangan terus membuka akses agar produk-produk Indonesia, termasuk dari Jawa Timur, dapat masuk ke pasar internasional,” kata Menteri Maman.

Melalui Bursa Wirausaha Unggulan, Kementerian UMKM berharap kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pembiayaan, dan inkubator semakin kuat sehingga wirausaha memperoleh pendampingan berkelanjutan, akses terhadap pembiayaan dan teknologi, serta peluang pasar yang semakin luas untuk tumbuh dan naik kelas.

Pada kesempatan yang sama, Rektor ITS Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati mengatakan ITS siap mengambil peran dalam memperkuat kapasitas teknologi, inovasi, produktivitas, dan daya saing UMKM di Jawa Timur.

Peran tersebut antara lain diwujudkan melalui pendampingan desain kemasan bagi UMKM serta pengembangan lebih dari 180 perusahaan rintisan melalui Inkubator dan Layanan Bisnis Inovasi (ILBI) ITS.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi penyemangat bagi perguruan tinggi untuk berperan sebagai enabler teknologi, desain, dan inovasi bagi UMKM. Kami siap mendukung upaya pemerintah untuk menaikkan level UMKM sehingga menjadi pemeran utama kemandirian ekonomi bangsa,” ujar Bambang.

Recent Posts

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

2 jam yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

2 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

14 jam yang lalu

Blue Economy; Basis Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…

17 jam yang lalu

Wacana Ambang Batas 5 Persen, Partai Gelora Minta Kader Fokus Syarat Verifikasi Parpol

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…

18 jam yang lalu

Peternak NTB Tak Sendiri, Kementan Bersama Pemda Perkuat Perlindungan Ternak

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah memperkuat pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku…

19 jam yang lalu