Nanik S Deyang Mundur, Ketua DPR Dorong Kepala BGN Baru Bisa Perbaiki Kinerja Lembaga

MONITOR, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi mundurnya Nanik S. Deyang dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Ia berharap pengganti Nanik nanti merupakan tokoh yang memiliki kapasitas sehingga dapat memperbaiki kinerja BGN sebagai lembaga pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Yang terbaik untuk Indonesia. Semoga penggantinya nanti terbaik untuk BGN dan bisa mengevaluasi dan memperbaiki kinerja dari BGN. Saya yakin pasti nanti yang terbaik untuk evaluasi selanjutnya,” kata Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Seperti diketahui, Nanik S Deyang memutuskan mundur dari jabatan Kepala BGN karena alasan kesehatan. Nanik disebut telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Puan pun berharap, Pemerintah segera menetapkan pengganti BGN demi kelangsungan program MBG.

- Advertisement -

“Karena kan sekarang dalam proses untuk mengevaluasi semua hal yang memang harus dievaluasi. Jadi secepatnya harus sudah ada penggantinya,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Adapun Nanik S Deyang mundur hanya dalam waktu 1,5 bulan menjabat sebagai Kepala BGN meski sebelumnya sudah terlebih dahulu menjadi Wakil Kepala BGN sejak September 2025.

Soal pengganti Nanik, nama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono disebut-sebut akan dipilih menjadi Kepala BGN baru. Sudaryono diketahui sudah beberapa kali terlibat dalam program MBG.

Meski begitu, Puan mengaku belum mendapatkan kabar mengenai hal ini.

“Belum tahu, karena kan baru pagi ini (informasi Nanik mundur). Kita lihat saja, secepatnya,” ungkap Puan.

Sementara mengenai informasi Presiden Prabowo akan membentuk Dewan Pengawas BGN dengan Nanik sebagai ketuanya, Puan mengatakan hal yang paling penting adalah agar kinerja BGN semakin lebih baik.

“Kita lihat aja, yang paling penting adalah bagaimana nantinya BGN bisa memperbaiki kinerjanya,” jelas mantan Menko PMK tersebut.

“Sehingga program ini memang bisa berjalan lebih baik dari yang seperti kita harapkan, untuk anak-anak Indonesia,” tutup Puan.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER