BERITA

Bimtek Pengolahan Sampah Pusat PVTPP Kementan ubah Limbah jadi Cuan

MONITOR, Bogor – Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pemilahan dan pengolahan sampah di Kebun Pemeriksaan Substantif Muara, Bogor, Kamis (23/4/2026).

Dalam Bimtek tersebut Kementan mendorong perubahan paradigma dari “sampah sebagai masalah” menjadi “sampah sebagai peluang ekonomi”.

Mewakili Kepala PPVTPP, Ketua Kelompok Substantif Pelindungan Varietas Tanaman, Abiyadun, menegaskan bahwa persoalan sampah kini telah memasuki fase kritis nasional.

“Volume sampah terus meningkat, sementara pengelolaannya belum optimal. Jika tidak ditangani serius, pada 2028 sebagian besar TPA di Indonesia terancam overcapacity,” tegasnya.

Ia juga menyoroti komitmen Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden dalam menggulirkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai strategi nasional penanganan sampah yang terintegrasi.

Lebih dari sekadar kegiatan teknis, Bimtek ini menjadi langkah strategis membangun kesadaran kolektif sekaligus keterampilan praktis masyarakat dalam mengelola sampah organik dan anorganik secara berkelanjutan.

“Kemampuan memilah dan mengolah sampah bukan hanya soal kebersihan, tapi juga perubahan perilaku. Sampah bisa ditekan, bahkan diubah menjadi nilai ekonomi,” lanjut Abiyadun.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari staf internal Kementan hingga pemerintah daerah seperti camat, lurah, serta perangkat RT/RW di sekitar wilayah Kebun Muara. Kolaborasi ini mempertegas bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan secara sektoral, melainkan harus berbasis ekosistem.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Misbah, menekankan pentingnya pendekatan baru dalam edukasi masyarakat.

“Jangan lagi hanya melihat sampah sebagai sumber penyakit. Justru kita harus menggali potensi ekonominya. Sampah adalah ‘harta karun’ yang belum dimanfaatkan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Direktur PT Inosantek Total Solusi, Khairul Rizal, menegaskan bahwa pengolahan sampah sejatinya tidak rumit dan sangat potensial menghasilkan keuntungan.

“Sampah itu bisa jadi cuan. Kami siap mendampingi pemerintah dan masyarakat agar pengelolaan sampah menjadi solusi nyata, bukan sekadar wacana,” ungkapnya.

Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis pemberdayaan, Bimtek ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah terpadu tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Recent Posts

UTBK 2026 Masih Diwarnai Banyak Kecurangan, Puan Dorong Adaptasi Sistem dan Teknologi Pengawasan

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti masih banyaknya kecurangan dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi…

2 jam yang lalu

DWP Kementerian UMKM Apresiasi Perempuan Tangguh Lintas Profesi

MONITOR, Jakarta – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM memberikan apresiasi kepada perempuan tangguh dari berbagai…

2 jam yang lalu

Oktober 2026, Forum Antaragama G20 dan MHM Gelar KTT 2026 di Amerika Serikat

MONITOR, Jakarta - Asosiasi Forum Antar Agama G20 (IF20) bersama Majelis Hukama Muslimin (MHM) akan mengadakan…

16 jam yang lalu

Pembangunan Gedung Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta: Lompatan Peradaban Menata Ulang Arah Keilmuan

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, meresmikan pembangunan Gedung Fakultas Ushuluddin UIN Syarif…

18 jam yang lalu

Mei, Gerakan Sosial, dan Ancaman Keamanan Nasional

Oleh: Robi SugaraDosen Keamanan Internasional, Prodi HI, FISIP, UIN Jakarta Mei akan selalu menjadi bulan…

21 jam yang lalu

Ikatan Alumni FISIP UIN Jakarta Bela Saiful Mujani: Ini Bukan Makar, tapi Kritik Total

MONITOR, Jakarta - Adriansyah selaku Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik…

22 jam yang lalu