NASIONAL

Tambang Tumbuh Pesat, Rakyat Tetap Miskin: Sudah saatnya Kita Mengoreksi Arah Kebijakan

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, menyoroti paradoks serius dalam pengelolaan sumber daya alam nasional, khususnya di sektor pertambangan.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi IV DPR RI bersama Komunitas TERAS pada Senin (6/4), ia mengungkapkan bahwa tingginya pertumbuhan ekonomi di daerah tambang tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Di sejumlah wilayah tambang, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai di atas 20 persen. Namun ironisnya, tingkat kemiskinan masih tinggi. Ini menunjukkan ada yang keliru dalam sistem pengelolaan kita,” tegas Rokhmin.

Menurutnya, kondisi tersebut disebabkan oleh fenomena regional leakage, di mana keuntungan dari aktivitas tambang tidak dinikmati oleh daerah penghasil, melainkan mengalir keluar, baik ke pusat maupun ke luar negeri.

“Akibatnya, masyarakat lokal hanya menerima dampak terbatas, bahkan sering kali harus menanggung beban sosial dan lingkungan,” ungkapnya.

Rokhmin juga mengungkap sejumlah persoalan krusial yang memperparah situasi tersebut. Di antaranya adalah dugaan ketidaksesuaian aktivitas tambang dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), lemahnya implementasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta dominasi tenaga kerja asing pada posisi strategis di sektor pertambangan.

“Ketimpangan upah antara tenaga kerja lokal dan asing juga menjadi sumber kecemburuan sosial yang berpotensi memicu konflik. Ini tidak boleh dibiarkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai kebijakan sentralisasi perizinan yang selama ini diterapkan justru membuka ruang persoalan baru, termasuk minimnya kontrol daerah terhadap aktivitas pertambangan di wilayahnya sendiri.

Padahal, lanjut Rokhmin, sektor pertambangan memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, dengan sumbangan sekitar 15 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun tanpa tata kelola yang adil dan berkelanjutan, kontribusi tersebut tidak akan berdampak optimal bagi kesejahteraan rakyat.

“Pertanyaannya sederhana: untuk siapa sebenarnya tambang ini? Jangan sampai kekayaan alam kita hanya dinikmati segelintir pihak, sementara masyarakat lokal tetap tertinggal,” tegasnya.

Sebagai solusi, Rokhmin mendorong reformasi tata kelola pertambangan yang berorientasi pada keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, serta penguatan peran daerah. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus kembali pada amanat konstitusi, yakni sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, terutama masyarakat lokal sebagai pemilik sah atas sumber daya tersebut.

“Sudah saatnya kita mengoreksi arah kebijakan. Tambang harus menjadi instrumen pemerataan dan kesejahteraan, bukan sumber ketimpangan,” pungkasnya.

Recent Posts

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM Awal 2026, MiniesQ Sukses Tembus Ritel Modern Usai Kantongi Halal

Jakarta – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat peran UMKM sebagai pilar ekonomi nasional dengan memfasilitasi 1.346…

38 menit yang lalu

Target Ekspor 100 Kontainer ke Italia, Kopi Indonesia Amankan Kontrak Baru Senilai Rp255 Miliar

MONITOR, Roma – Produk kopi Indonesia kembali menunjukkan daya saing di pasar global setelah PT ALKO…

2 jam yang lalu

Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Resmi Dimulai, 10 Ribu Peserta Batch I Siap Masuk Dunia Kerja

MONITOR, Bekasi – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi memulai Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I…

2 jam yang lalu

Kasetum TNI Buka Rakornisset 2026 di Depok, Tekankan Inovasi dan Efisiensi Kesekretariatan

MONITOR, Depok – Kepala Sekretariat Umum (Kasetum) TNI Brigjen TNI Adek Chandra Kurniawan resmi membuka Rapat…

3 jam yang lalu

Karantina Kepri Sertifikasi 9,2 Ton Ikan Teri Kering Asal Natuna

MONITOR, Natuna - Aktivitas sektor perikanan di Kabupaten Natuna terus menunjukkan tren positif, terutama di…

14 jam yang lalu

Longsor Ciater–Rawa Macek Tangsel, BPBD Lakukan Asesmen Cepat dan Alihkan Kendaraan Berat

Serpong – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat menangani bencana longsor yang terjadi di…

14 jam yang lalu