INTERNASIONAL

Partai Gelora Minta Pemerintah Serius Antisipasi Dampak Perang Teluk

MONITOR, Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Mahfuz Sidik, meminta pemerintah serius mengantisipasi dampak eskalasi perang di kawasan Teluk terhadap perekonomian nasional, khususnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Menurutnya, konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi menekan ekonomi global apabila terus meluas dalam beberapa bulan ke depan.

“Jika perang semakin meluas dalam 2–3 bulan ke depan, apakah sistem subsidi BBM kita mampu bertahan? Bagaimana dampaknya terhadap APBN?” ujar Mahfuz dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik bertema Perang Akan Segera Berakhir? di Jakarta, Jumat (3/4/2026).

Mahfuz memperingatkan, harga minyak mentah dunia berpotensi melonjak hingga USD 200 per barel apabila jalur distribusi energi global terganggu, termasuk di Selat Hormuz, Selat Bab el-Mandeb, serta Laut Merah.

Kondisi tersebut, kata dia, tidak hanya berdampak pada Indonesia, tetapi juga memicu krisis energi global hingga depresi ekonomi yang dalam. Bahkan, gangguan distribusi energi dapat merembet ke sektor pertanian dan pangan, yang berisiko memicu kelaparan global.

“Ini akan menjadi bencana global yang tidak mampu ditanggung oleh negara sebesar apa pun,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mahfuz menyoroti keterbatasan fiskal Indonesia dalam menghadapi tekanan tersebut. Ia menyebut sekitar sepertiga APBN masih ditopang oleh utang, sehingga ruang fiskal pemerintah menjadi sempit.

“Kenaikan harga BBM saat ini saja sudah menguras cadangan devisa. Jika perang berlangsung hingga enam bulan, APBN kita berpotensi tidak mampu menutup beban tersebut,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi pemerintah dalam menyampaikan kondisi geopolitik global kepada masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi diperlukan agar masyarakat siap menghadapi potensi krisis dan mencegah terjadinya gejolak sosial.

“Kalau masyarakat tidak mendapatkan penjelasan dan guncangan datang tiba-tiba, dikhawatirkan muncul reaksi sosial berupa kemarahan dan frustrasi,” ujarnya.

Mahfuz mengingatkan, potensi kerusuhan sosial bisa terjadi jika tekanan ekonomi meningkat tanpa kesiapan bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkap empat skenario akhir perang (end-war game) yang kemungkinan disiapkan Amerika Serikat. Pertama, klaim kemenangan sepihak atas Iran. Kedua, gencatan senjata bersyarat melalui mediasi pihak ketiga. Ketiga, eskalasi serangan militer besar-besaran. Dan keempat, perang berkepanjangan dengan kemungkinan penggunaan senjata nuklir.

Ia menilai Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah menghadapi tekanan politik domestik untuk segera mengakhiri konflik, namun tetap berupaya menghindari kesan kalah dari Iran.

Mahfuz menambahkan, jika Kongres AS menyetujui tambahan anggaran perang hingga USD 200 miliar, maka konflik berpotensi berlangsung lebih lama.

“Artinya, Amerika memiliki kapasitas untuk melanjutkan perang hingga 200 hari ke depan, bahkan lebih lama,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Mahfuz berharap konflik segera berakhir dan perdamaian dunia dapat terwujud. Namun demikian, ia menekankan pentingnya Indonesia menyiapkan ulang posisi strategisnya dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang terus berubah.

“Indonesia perlu mulai merumuskan kembali positioning strategisnya di tengah perubahan dunia yang semakin kompleks,” pungkasnya.

Recent Posts

Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo Belum Berizin, Gugun Gumilar Dukung Penegakan Hukum Transparan

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa lembaga Hamalatul Qur’an yang berada di Sukoharjo…

1 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Modernisasi Pertanian Harus Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

MONITOR, CIREBON - Modernisasi pertanian melalui mekanisasi menjadi salah satu kunci meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki…

9 jam yang lalu

Mazz Reza Pranata: Pemuda Harus Kuasai Ilmu, Skills, dan Jiwa Kewirausahaan

MONITOR, BOGOR - Seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual dan idealisme. Mereka juga…

23 jam yang lalu

Riset Mahasiswa PTKIN Naik Kelas, Manfaatnya Nyata Dirasa Masyarakat

MONITOR, Yogyakarta - Setelah medali diraih dan pameran ditutup, ke mana hasil riset mahasiswa akan…

1 hari yang lalu

Wamenhaj Dorong Pelibatan Nonmuslim Dukung Pelayanan Jemaah Haji

MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…

2 hari yang lalu

Demo Polri, Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita Tuntut Pembersihan Oknum dan Penegakan Sistem Merit

MONITOR, Jakarta - Sejumlah masa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita (KoMPAS) menggelar…

2 hari yang lalu