NASIONAL

GKB-NU Kecam Serangan Israel terhadap Pasukan Perdamaian Indonesia

MONITOR, Jakarta – Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (GKB-NU) mengutuk keras serangan artileri Israel menghantam pangkalan yang menampung pasukan Indonesia di distrik Marjayoun di Lebanon Selatan yang mengakibatkan seorang prajurit TNI meninggal dan sejumlah personel luka-luka.

“Kami mengutuk keras serangan markas pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon oleh Israel. Ini adalah kejahatan kemanusiaan sekaligus menjadi ancaman serius ditengah upaya rekonsiliasi atas konflik yang semakin memanas di Timur Tengah,” ujar Inisiator dan Ketua Umum GKB-NU Hery Haryanto Azumi kepada media di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Atas insiden itu GKB-NU meminta Prabowo fokus kepada perjuangan mewujudkan Palestina Merdeka dengan wilayah yang konkret dan pemerintahan yang efektif.

Sebelumnya GKB-NU, terang Hery memandang Indonesia sebagai middle power bersama negara-negara Selatan seperti Brasil, India dan Afrika Selatan berpeluang untuk menegosiasikan masa depan dunia untuk untuk berdiri menyalakan obor eksistensi dan kepemimpinan Global South.

“Presiden Prabowo dengan begitu banyak tantangan di dalam negeri dan luar negeri pasca bergabung ke dalam BRICS dan BoP, memiliki kesempatan untuk memperbesar pole Global South ini mengingat reputasi historis dalam Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non-Blok,” terangnya.

“Tentunya, misi Global South bukan seperti Iran yang bertekad menghapuskan eksistensi suatu negara seperti Israel atau seperti Israel yang bersikukuh tidak menerima Negara Palestina, tetapi lebih untuk mengembalikan keseimbangan dunia yang lebih setara, menegosiasikan perdamaian dan keadilan, dan membangun sistem dunia multipolar yang menjamin dunia baru yang lebih manusiawi,” pungkas Hery.

Sebagai informasi Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan penembakan tersebut menghantam markas yang digunakan oleh kontingen Indonesia dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di kota Adshit al-Qusayr. Insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran baru tentang keselamatan pasukan internasional di tengah meningkatnya ketegangan lintas batas di wilayah itu.

Recent Posts

Sambut Andrea Bocelli, Hery Haryanto Azumi: Musik Bisa jadi Jembatan Peradaban di Tengah Konflik Global

MONITOR, Jakarta - Musik dapat menjadi ruang perjumpaan lintas bangsa dan budaya ketika dunia diwarnai…

2 hari yang lalu

Menag Dorong Kemandirian Pesantren, Apresiasi Inovasi Ekonomi dan Digital Al Yasini

MONITOR - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus memperkuat kemandirian dan…

2 hari yang lalu

Kemnaker Hadirkan Pelatihan Vokasi bagi Masyarakat Terdampak Gempa di NTT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Kemnaker Peduli Bencana terus memberikan dukungan kepada masyarakat…

3 hari yang lalu

Mahasiswa UID, Sutan Akhyar Rajabi Jadi Pemuda Pelopor Terbaik Depok 2026 Bidang Pendidikan

MONITOR, Depok — Mahasiswa Universitas Islam Depok (UID), Sutan Akhyar Rajabi, berhasil meraih Juara 1…

3 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Ma’had Aly Perlu Diperlakukan Setara dalam Sistem Pendidikan Nasional

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Pemikiran Pendidikan Islam Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta sekaligus Pendiri Jaringan…

3 hari yang lalu

Jasa Marga Ajak Peserta P3MD Danantara Rasakan Langsung Bisnis dan Layanan Jalan Tol

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk membagikan pengalaman langsung mengenai pengelolaan bisnis dan…

3 hari yang lalu