HUMANIORA

Silaturahmi KAHMI-ICMI, Prof Rokhmin Serukan Persatuan Umat Islam di Tengah Geopolitik Global

MONITOR, Bogor – Tokoh nasional dan Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University, Prof. Dr. Rokhmin Dahuri, menegaskan pentingnya persatuan umat Islam Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang terus bergolak.

Pernyataan ini disampaikannya dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar oleh Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) dan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) di Kediaman Prof Rokhmin Dahuri di Kota Bogor, Minggu (1/3/2026).

Acara yang berlangsung hangat tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, akademisi, serta pengurus KAHMI dan ICMI, termasuk Wakil Menteri Agama RI, Dr. Romo H. R. Muhammad Syafi’i.

Dalam sambutannya, Prof. Rokhmin menyoroti tantangan serius yang dihadapi umat Islam Indonesia, khususnya persoalan ketertinggalan ekonomi, praktik korupsi yang melanda berbagai sektor, serta kecenderungan sekularisme dalam beberapa aspek kehidupan sosial. Padahal, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia dan kaya akan sumber daya alam.

“Kalau ingin menjadi bangsa yang makmur, maka kita harus menjalankan perintah Allah SWT dan meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW. Nilai kejujuran, amanah, kerja keras, dan kepedulian sosial harus menjadi fondasi utama,” tegas Prof. Rokhmin, menekankan nilai moral dan spiritual sebagai dasar kebangkitan umat.

Prof Rokhmin juga menyerukan agar umat Islam menguatkan semangat kewirausahaan sebagai sarana menuju kemandirian ekonomi. Ia menekankan bahwa umat harus menjadi “tangan di atas” — bukan sekadar penerima manfaat, tetapi pemberi manfaat bagi sesama.

Isu geopolitik global turut menjadi sorotan utama dalam pidatonya. Rokhmin mengingatkan bahwa konflik dan ketegangan internasional tetap berlangsung bahkan di bulan suci Ramadhan, namun sejarah menunjukkan bahwa momentum seperti ini justru sering memunculkan kebangkitan dan persatuan umat Islam jika disikapi dengan bijak.

“Perbedaan pandangan dan pilihan politik tidak boleh memecah belah umat. Soliditas dan ukhuwah harus tetap menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya mengajak.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Agama RI, Romo H. R. Muhammad Syafi’i, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan refleksi tentang makna Ramadhan sebagai momentum transformasi spiritual dan sosial.

Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan proses pendidikan batin yang terbagi dalam tiga fase: sepuluh hari pertama sebagai fase rahmat, sepuluh hari kedua sebagai fase maghfirah (ampunan), dan sepuluh hari terakhir sebagai fase pembebasan serta penguatan ketakwaan.

Menurutnya, ibadah tidak boleh berhenti pada ritual semata, tetapi harus berbuah pada perubahan sosial yang nyata.

“Ilmu dan jabatan akan sia-sia jika tidak memberikan manfaat bagi umat dan bangsa. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” ujarnya.

Wamenag menekankan bahwa umat Islam Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni, memperkuat moderasi beragama, serta menjadi contoh solidaritas di tengah dunia yang semakin terfragmentasi oleh konflik.

Acara tersebut ditutup dengan doa bersama, buka puasa, dan salat Magrib berjamaah, serta ramah tamah dalam suasana kekeluargaan. Tradisi buka puasa bersama ini telah dijalankan oleh Prof. Rokhmin dan keluarganya sejak 1995 sebagai wujud mempererat tali silaturahmi.

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Usaha Mikro lewat Festival Pelindungan Usaha di Jember

MONITOR, Jember - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat komitmennya membangun ekosistem…

3 jam yang lalu

Kemenhaj Perkuat Haji Inklusif, Standar Layanan Disabilitas Dimatangkan untuk Haji 2027

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah terus memperkuat penyelenggaraan haji yang inklusif bagi penyandang…

3 jam yang lalu

Sekjen Kemnaker: Pejabat Fungsional Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

MONITOR, Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi menegaskan bahwa pejabat fungsional di…

3 jam yang lalu

Lagi, Dosen UIN Jakarta Suami-Istri Raih Jabatan Guru Besar

MONITOR, Tangerang Selatan - Bertambahnya jumlah guru besar di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif…

12 jam yang lalu

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola ASN Berbasis Digital

MONITOR, Bogor - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI resmi meluncurkan Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG)…

17 jam yang lalu

Menaker: Data Sensus Ekonomi 2026 Perkuat Penyusunan Kebijakan Ketenagakerjaan

MONITOR, Bekasi – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa data Sensus Ekonomi (SE) 2026 akan…

18 jam yang lalu