NASIONAL

Wakil Rektor UIN Jakarta: Polemik Zakat Harus Disikapi Secara Akademik

MONITOR, Jakarta – Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, mengajak publik menyikapi polemik yang berkembang terkait pernyataan Menteri Agama tentang zakat secara akademik, proporsional, dan tidak reaktif. 

Ia menilai bahwa dinamika yang muncul di ruang publik lebih banyak dipicu oleh pembacaan yang parsial terhadap pernyataan yang beredar, sehingga menimbulkan kesalahpahaman yang meluas.

Hal tersebut disampaikan Prof. Tholabi saat dimintai pandangan oleh media terkait kontroversi yang mencuat menjelang Ramadan. Menurutnya, dalam masyarakat demokratis, perbedaan persepsi merupakan hal yang wajar, namun tetap harus dibangun di atas pemahaman yang utuh dan kontekstual.

“Pendekatan akademik menuntut kita membaca suatu pernyataan secara komprehensif, memahami latar belakangnya, serta tidak menarik kesimpulan secara tergesa-gesa,” ujarnya.

Sebagai Guru Besar Hukum Islam, Prof. Tholabi menegaskan bahwa zakat memiliki kedudukan normatif yang sangat jelas dalam ajaran Islam. Ia merupakan rukun Islam sekaligus kewajiban individual (fardhu ‘ain) yang memiliki landasan kuat dalam al-Qur’an dan Sunah.

Ia menjelaskan bahwa zakat tidak hanya berdimensi ibadah spiritual, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang strategis dalam menciptakan keadilan ekonomi dan solidaritas sosial.

“Karena itu, zakat tidak dapat digantikan oleh instrumen sosial lainnya. Kedudukannya bersifat tetap dan tidak mengalami perubahan dalam struktur ajaran Islam,” tegasnya.

Namun demikian, Prof. Tholabi melihat bahwa gagasan yang berkembang sesungguhnya berkaitan dengan penguatan tata kelola filantropi Islam secara lebih luas. Ia menilai dorongan untuk mengoptimalkan wakaf, infak, dan sedekah merupakan bagian dari strategi memperbesar dampak pemberdayaan ekonomi umat.

“Dalam kerangka maqashid al-syari‘ah, penguatan berbagai instrumen filantropi bertujuan menjaga kemaslahatan publik, memperluas distribusi kesejahteraan, dan mencegah ketimpangan sosial,” jelasnya.

Menurutnya, zakat tetap menjadi fondasi kewajiban individual, sementara instrumen filantropi lainnya berfungsi sebagai pengungkit pembangunan sosial ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Prof. Tholabi juga mengingatkan agar polemik tidak berkembang menjadi kegaduhan yang kontraproduktif, terutama di tengah suasana Ramadan yang seharusnya memperkuat nilai persaudaraan dan solidaritas sosial.

Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu menempatkan diskursus ini dalam semangat membangun, bukan mempertajam perbedaan. “Yang harus dijaga adalah kejernihan berpikir, sikap tabayun, dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Kritik tentu penting, tetapi harus berbasis informasi yang utuh dan disampaikan secara proporsional,” pungkasnya.

Recent Posts

UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik di BAZNAS Awards 2026

MONITOR, Jakarta - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima penghargaan kategori Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik…

1 jam yang lalu

Menhaj: Pengelolaan Dana Haji Harus Aman dan Produktif

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan pentingnya keseimbangan antara keamanan…

12 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Karhutla Bisa Diantisipasi, Jangan Tunggu Bencana Baru Bergerak

MONITOR, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dicegah sebelum meluas, bukan baru ditangani…

1 hari yang lalu

GPK Desak Polemik Pemakzulan Gibran Diakhiri, DPR Diminta Fokus pada RUU Perampasan Aset dan Pemilu

MONITOR, Jakarta - Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) meminta DPR dan pemerintah tidak membiarkan polemik pemakzulan…

2 hari yang lalu

Ekonomi Biru Bisa Buka 45 Juta Lapangan Kerja, Hilirisasi Jadi Kunci

MONITOR, Jakarta - Indonesia memiliki potensi ekonomi kelautan yang diperkirakan mencapai 1,4 triliun dolar AS…

2 hari yang lalu

Menag Apresiasi Kerja Kehumasan ASN Kemenag atas Raihan Top GPR Figure Award 2026

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara…

2 hari yang lalu