Kabar Haji

Lantik 162 Pejabat, Wamenhaj: Integritas Harga Mati dalam Kelola Anggaran

MONITOR, Jakarta – Dalam upaya menghadirkan layanan yang semakin ramah, sigap, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melantik 162 pejabat yang terdiri dari 1 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 16 Pejabat Administrator, dan 145 Pejabat Pengawas. Sebanyak 42 orang dilantik secara langsung, sementara sisanya mengikuti pelantikan secara daring.

Pelantikan ini menegaskan komitmen Kementerian untuk memastikan setiap jemaah haji dan umrah mendapatkan pelayanan terbaik sejak proses pendaftaran, pembinaan, keberangkatan, hingga kembali ke tanah air.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa seluruh pejabat yang dilantik hari ini memiliki tanggung jawab utama untuk menghadirkan pelayanan yang lebih manusiawi dan solutif.

“Jemaah adalah pusat dari seluruh kerja kita. Setiap kebijakan, setiap prosedur, dan setiap layanan harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh jemaah. Mereka adalah tamu Allah yang harus kita layani dengan hormat, empati, dan profesionalisme,” tegasnya dalam acara pelantikan di Jakarta (25/02/2026).

Dalam pelantikan tersebut, pejabat pusat yang dilantik antara lain:
AA Gunawan, sebagai Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara;
Imam Saroni, sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha pada Bagian Penatausahaan, Penghapusan, dan Pengadaan Barang Milik Negara, Biro Keuangan dan BMN.

Penguatan di sektor keuangan dan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) menjadi bagian penting dalam memastikan dukungan sarana dan prasarana pelayanan jemaah berjalan optimal, transparan, dan akuntabel. Tata kelola anggaran dan aset yang baik akan berdampak langsung pada kualitas fasilitas, kesiapan operasional, serta kelancaran layanan di pusat maupun daerah.

Dalam arahannya, Wamenhaj juga menekankan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.
“Integritas adalah harga mati. Setiap rupiah anggaran dan setiap aset negara harus dikelola secara jujur, transparan, dan bertanggung jawab. Kepercayaan jemaah kepada negara hanya bisa dijaga dengan komitmen moral yang kuat dari seluruh pejabat dan pegawai,” ujar Dahnil.

Ia menegaskan bahwa pelayanan prima tidak hanya diukur dari kecepatan dan kelengkapan fasilitas, tetapi juga dari bersihnya tata kelola serta akuntabilitas dalam setiap proses kerja.
Penguatan struktur kepemimpinan ini diarahkan untuk memastikan:

  • Proses layanan yang lebih cepat dan mudah dipahami oleh jemaah;
  • Informasi yang transparan dan mudah diakses;
  • Penanganan pengaduan yang responsif dan solutif;
  • Kesiapan fasilitas Asrama Haji yang nyaman dan representatif;
  • Pendampingan yang optimal, khususnya bagi jemaah lansia dan berkebutuhan khusus.

Pejabat di tingkat pusat akan memperkuat kebijakan yang adaptif dan berbasis kebutuhan jemaah, sementara pejabat di daerah, asrama haji, dan unit vertikal menjadi ujung tombak dalam memastikan kualitas layanan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selain itu, transformasi digital terus didorong untuk mempermudah akses layanan, meningkatkan efisiensi, dan meminimalkan kendala administratif yang dapat membebani jemaah.

Pelantikan 162 pejabat ini bukan sekadar pengisian jabatan, tetapi bagian dari pembentukan budaya kerja yang menempatkan jemaah sebagai prioritas utama. Integritas, kecepatan layanan, koordinasi lintas unit, serta kepekaan terhadap kebutuhan jemaah menjadi standar yang terus diperkuat.

Melalui langkah ini, Kementerian Haji dan Umrah berharap setiap jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman, nyaman, dan tenang, didukung sistem pelayanan yang profesional dan penuh tanggung jawab.

Recent Posts

Indonesia Tuan Rumah SOM MABIMS ke-50, Menag Ajak Empat Negara Bangun Masyarakat Islam Berkeadaban

MONITOR, Jakarta - Indonesia menjadi tuan rumah Senior Officials Meeting (SOM) ke-50 Menteri Agama Brunei…

3 jam yang lalu

Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo Belum Berizin, Gugun Gumilar Dukung Penegakan Hukum Transparan

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa lembaga Hamalatul Qur’an yang berada di Sukoharjo…

5 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Modernisasi Pertanian Harus Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

MONITOR, CIREBON - Modernisasi pertanian melalui mekanisasi menjadi salah satu kunci meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki…

12 jam yang lalu

Mazz Reza Pranata: Pemuda Harus Kuasai Ilmu, Skills, dan Jiwa Kewirausahaan

MONITOR, BOGOR - Seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual dan idealisme. Mereka juga…

1 hari yang lalu

Riset Mahasiswa PTKIN Naik Kelas, Manfaatnya Nyata Dirasa Masyarakat

MONITOR, Yogyakarta - Setelah medali diraih dan pameran ditutup, ke mana hasil riset mahasiswa akan…

1 hari yang lalu

Wamenhaj Dorong Pelibatan Nonmuslim Dukung Pelayanan Jemaah Haji

MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…

2 hari yang lalu