NASIONAL

KSPN Desak Prabowo Batalkan Rencana Impor 105 Ribu Kendaraan Operasional Kopdes Merah Putih

MONITOR, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) menyatakan sikap kritis terhadap kebijakan PT Agrinas yang berencana mengimpor sekitar 105 ribu unit kendaraan niaga (pick-up 4×4 dan truk) untuk operasional Kopdes Merah Putih. KSPN menilai kebijakan tersebut mencederai semangat kemandirian ekonomi dan mengancam nasib ribuan pekerja otomotif di dalam negeri yang saat ini tengah menghadapi ancaman PHK.

Presiden KSPN, Ristadi, S.H., M.M., menegaskan bahwa alasan industri otomotif dalam negeri tidak mampu memproduksi kendaraan tersebut adalah klaim yang tidak faktual. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian dan Kadin, kapasitas produksi otomotif nasional mencapai 1 juta unit per tahun.

“Kami mempertanyakan di mana rasa nasionalisme Dirut PT Agrinas. Saat industri otomotif kita sedang lesu dan pekerja menghadapi pengurangan jam kerja hingga PHK, pesanan besar ini seharusnya menjadi penyelamat bagi industri dalam negeri, bukan justru dialirkan ke luar negeri,” ujar Ristadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Ristadi juga menyoroti kejanggalan klaim efisiensi anggaran sebesar Rp43 triliun yang disampaikan PT Agrinas. Menurut analisanya, harga pick-up 4×4 impor asal India berkisar antara Rp290 juta hingga Rp400 juta. Angka ini jauh lebih mahal dibandingkan kendaraan niaga produksi dalam negeri seperti tipe Carry atau Gran Max yang hanya berkisar di angka Rp170 juta hingga Rp190 juta.

“Jika alasannya efisiensi, hitungannya dari mana? Selama ini hasil pertanian kita terangkut dengan baik menggunakan armada 4×2 produksi lokal. Generalisasi bahwa semua daerah harus pakai 4×4 impor itu tidak tepat sasaran dan justru pemborosan anggaran,” tambah Ristadi.

Lebih lanjut, KSPN menyayangkan jika semangat “Merah Putih” dalam pembangunan desa justru dinikmati oleh pelaku ekonomi luar negeri. KSPN secara resmi meminta Presiden Prabowo untuk turun tangan memerintahkan pembatalan rencana impor tersebut.

“Kami meminta Bapak Presiden Prabowo untuk memerintahkan PT Agrinas memesan kendaraan operasional tersebut ke pabrikan dalam negeri. Ini adalah langkah nyata untuk menggairahkan kembali industri nasional, mencegah PHK, dan memastikan manfaat ekonomi hulu ke hilir tetap dirasakan oleh rakyat dan pekerja Indonesia,” pungkas Ristadi.

Recent Posts

Harga Plastik Meroket 100%, DPR Desak Pemerintah Selamatkan UMKM dari Krisis Global

MONITOR, Jakarta - Lonjakan harga plastik yang kian tak terkendali memicu kekhawatiran serius bagi keberlangsungan…

6 jam yang lalu

Bedah 400 Ribu Rumah Harus Mampu Perbaiki Kualitas Hidup Rakyat

MONITOR, Jakarta - Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melakukan gebrakan besar dalam…

6 jam yang lalu

Tafsir Konstitusi soal Pengakhiran Jabatan Presiden Jadi Sorotan, Pernyataan Saiful Mujani dan Islah Bahrawi Picu Perdebatan

MONITOR, Jakarta – Pernyataan Saiful Mujani dan Islah Bahrawi terkait wacana pengakhiran masa jabatan Presiden Prabowo…

10 jam yang lalu

Perundingan AS-Iran Gagal, Ketum PBNU dan Paus Leo XIV Serukan Solidaritas Global untuk Perdamaian

MONITOR, Jakarta — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menyayangkan kegagalan…

12 jam yang lalu

UIN Malang dan Tulungagung Tembus Asosiasi Perpustakaan Dunia IATUL

MONITOR, Jakarta - Tiga perguruan tinggi di Indonesia kini tercatat sebagai anggota International Association of…

13 jam yang lalu

Arab Saudi Perketat Akses ke Makkah Mulai Hari Ini, Masuk Wajib Pakai Izin Resmi

MONITOR, Jakarta — Pemerintah Arab Saudi resmi memberlakukan pembatasan akses masuk ke Kota Suci Makkah mulai…

13 jam yang lalu