PARLEMEN

Harga Plastik Meroket 100%, DPR Desak Pemerintah Selamatkan UMKM dari Krisis Global

MONITOR, Jakarta – Lonjakan harga plastik yang kian tak terkendali memicu kekhawatiran serius bagi keberlangsungan industri kecil di tanah air. Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menyoroti kenaikan harga bahan kemasan ini yang mencapai 30% hingga 100% di berbagai daerah, dengan harga eceran menyentuh angka Rp 28.000 hingga Rp 49.000 per kilogram.

Kenaikan drastis ini dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku plastik (nafta) akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Mengingat Indonesia masih bergantung pada impor sebesar 60% dari wilayah tersebut serta China dan Korea Selatan, fluktuasi harga minyak dunia dan gangguan logistik global langsung menghantam biaya operasional di tingkat domestik.

UMKM Paling Terpukul
Yoyok menegaskan bahwa bagi pelaku usaha mikro, plastik bukan sekadar pembungkus, melainkan komponen biaya produksi yang menentukan daya saing.

“Saat harga plastik di tingkat pasar naik hingga dua kali lipat, yang terdampak bukan hanya pedagang, melainkan ribuan pelaku usaha mikro, industri rumahan, hingga sektor ekonomi kreatif,” tegas Yoyok pada Senin (13/4/2026).

Menurutnya, para pelaku usaha kini terjepit di antara dua pilihan sulit: menaikkan harga produk dengan risiko kehilangan pembeli, atau menanggung beban biaya sendiri yang mengakibatkan margin keuntungan semakin menipis. Dampak ini pun mulai merembet ke komoditas lain seperti minyak goreng dan kedelai, yang pada akhirnya menurunkan daya beli masyarakat secara keseluruhan.

Ujian Nyata Peran Negara
Menghadapi situasi yang kian berat, Legislator asal Dapil Jawa Tengah X ini mendesak Pemerintah untuk segera melakukan intervensi nyata dan tidak hanya terpaku pada pengendalian harga BBM. Ia menilai perlunya perlindungan terhadap ekosistem usaha kecil agar tidak menjadi korban pertama dari gejolak global.

“Pemerintah harus gerak cepat menyiasati kenaikan harga. Beban ekonomi ganda masyarakat harus mendapat solusi dari Pemerintah, di sinilah ujiannya,” lanjutnya (13/4/2026).

Komisi VII DPR RI memastikan akan terus memantau langkah korektif Pemerintah dalam menjaga stabilitas bahan penunjang produksi. Yoyok berharap negara hadir untuk memastikan sektor UMKM tetap memiliki ruang bertahan di tengah ketidakpastian perang global yang belum berakhir.

Recent Posts

1024 Atlet Domino Serbu Jakarta, JDT 2026 Gerakkan Ekonomi hingga Rp6 Miliar

MONITOR, Jakarta – Jakarta Domino Tournament (JDT) 2026 Series 2 tidak hanya menjadi panggung kompetisi…

3 jam yang lalu

Mengemas Pembelajaran Bermakna: Inovasi dan Kreativitas Guru Kabupaten Lebak dalam Pelatihan Pembelajaran Mendalam di BPMP Banten

Oleh:Wida Evilia, S.Pd.Upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional terus dilakukan melalui berbagai program penguatan kompetensi guru.…

18 jam yang lalu

Kemenag Seleksi Calon Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031, Perkuat Mutu Pendidikan Pesantren

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Pesantren melanjutkan proses seleksi Bakal Calon Anggota…

1 hari yang lalu

Kementan Tegaskan Pelaku Perunggasan Komitmen Lakukan Perbaikan Harga Ayam Broiler

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya menjaga keseimbangan sektor perunggasan nasional di…

2 hari yang lalu

HKTI Lumajang Kawal Ketat LP2B, Tegaskan Tak Boleh Ada Alih Fungsi Lahan Produktif

MONITOR, Lumajang – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya mengawal implementasi kebijakan…

2 hari yang lalu

3 Negara Diguncang Gempa Hebat, Puan Sampaikan Simpati dan Tekankan Perlindungan WNI

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa simpati atas musibah bencana gempa…

2 hari yang lalu