HUMANIORA

Ramadan, Menag Ajak Umat Perkuat Pengendalian Diri dan Syukur

MONITOR, Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa berbagai dinamika kehidupan, baik berupa ujian maupun kenikmatan, dapat menjadi sarana refleksi dan penguatan spiritual, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Pesan tersebut disampaikan dalam tausiyah pada peringatan HUT PATAKA 83 Ke-43 di Gedung Widya Warapsari, Jakarta, Minggu (22/2/2026).

Menurut Menag, kehidupan selalu diwarnai beragam pengalaman yang mengandung pelajaran. “Dalam hidup ini, kita menghadapi kekurangan dan kelebihan. Keduanya dapat menjadi ruang pembelajaran untuk memperkuat kesabaran dan rasa syukur,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan sikap dalam berbagai keadaan. “Kita belajar agar tidak larut dalam kesulitan dan tidak berlebihan dalam kegembiraan. Keseimbangan inilah yang membentuk kedewasaan spiritual,” katanya.

Menag menyampaikan bahwa Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat pengendalian diri dan kualitas ibadah. “Puasa melatih kita mengelola diri, mengatur keinginan, dan meningkatkan kedisiplinan. Latihan ini membentuk karakter yang lebih sabar dan tangguh,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kesabaran bukan berarti berhenti berusaha. “Sabar adalah kemampuan menjaga sikap tetap positif dan konsisten dalam berbuat baik meskipun menghadapi tantangan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga mengajak umat Islam meningkatkan kualitas ibadah, tidak hanya dari sisi kuantitas tetapi juga kedalaman niat dan kesadaran.

“Ibadah dapat dijalankan karena kewajiban, harapan, atau dorongan hati. Semakin dalam kesadaran kita, semakin besar pula dampaknya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Menurutnya, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri. “Ramadan adalah kesempatan untuk melihat kembali perjalanan kita. Sudahkah ibadah kita memberi dampak pada kejujuran, kepedulian, dan ketenangan batin?” ujarnya.

Ia berharap bulan suci ini menjadi momentum transformasi pribadi yang membawa kebaikan berkelanjutan. “Jika setelah Ramadan kita menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih jujur, dan lebih peduli, maka proses pembelajaran itu berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Recent Posts

Dari Sektor Ekstraktif ke Agro-Maritim: Prof Rokhmin dan Gubernur Sherly Gagas Arah Masa Depan Maluku Utara berbasis Ekonomi Biru

MONITOR, Ternate - Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, bersama Gubernur Maluku Utara, Sherly…

3 jam yang lalu

Inovasi Lingkungan Pertamina Patra Niaga Diklaim Mampu Tekan Emisi hingga 45,6 Persen

MONITOR, Jakarta — Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) melalui unit…

5 jam yang lalu

Silatnas & Pengaosan IKTASA ke-100 Perkokoh Peran Alumni dalam Membangun Bangsa

MONITOR, Jakarta - Ikatan Alumni Assalafie–Assalafiat (IKTASA) menggelar Silaturrahim Nasional (Silatnas), Pengaosan ke-100, serta pengukuhan…

6 jam yang lalu

Program Belanja Nasional Triwulan I 2026 Lampaui Target, Transaksi Tembus Rp184 Triliun

MONITOR, Jakarta — Kementerian Perdagangan mencatat capaian positif Program Belanja Nasional Triwulan I 2026 yang berhasil…

6 jam yang lalu

Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Energi Nasional, STS Kalbut Jadi Urat Nadi Distribusi LPG Indonesia

MONITOR, Surabaya — Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui penyediaan dan…

15 jam yang lalu

Kemenperin Sosialisasikan Permenperin 2/2026 Perkuat Tata Kelola Lingkungan Kawasan Industri

MONITOR, Jakarta — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat upaya menciptakan iklim investasi industri yang kondusif, efisien,…

16 jam yang lalu