EKONOMI

Cetak Talenta Digital Industri, Indonesia dan Tiongkok Kolaborasi Pendidikan Vokasi

MONITOR, Jakarta – Guna meningkatkan daya saing industri nasional dalam menghadapi dinamika ekonomi global serta pesatnya perkembangan teknologi, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menyiapkan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN). Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah penyelenggaraan pendidikan vokasi untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, SBIN merupakan panduan utama dalam mendorong industrialisasi Indonesia agar tumbuh berkelanjutan dan naik kelas. Oleh karena itu, implementasi SBIN perlu diintegrasikan secara menyeluruh dalam sistem pendidikan vokasi nasional guna mencetak SDM industri yang inovatif, adaptif, dan produktif.

“Pendidikan vokasi harus menjadi prioritas nasional agar lulusannya memiliki kompetensi yang benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia kerja, baik di dalam negeri maupun di pasar global. Apalagi, SDM industri berperan penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/1).

Adapun upaya Kemenperin dalam mewujudkan visi tersebut, yakni melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, antara lain kerja sama yang dijalankan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) bersama Irootech Technology Co. Ltd. dan Guangzhou Electromechanical Technician College.

Irootech Technology Co. Ltd. adalah perusahaan asal Tiongkok dengan spesialisasi bidang pengembangan sistem operasi Industrial Internet of Things (IIoT) – ROOTCLOUD Platform. Sedangkan Guangzhou Electromechanical Technician College adalah kampus vokasi di Guangzhou, Tiongkok yang fokus pada keterampilan teknis, terutama dalam bidang elektromekanika, otomatisasi, dan robotika.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyampaikan, kerja sama dalam upaya pengembangan, pelatihan, dan pemberdayaan talenta industri di bidang digitalisasi dan kecerdasan buatan bertujuan meningkatkan daya saing SDM industri, mempercepat transformasi digital sektor industri, serta mendukung iklim investasi di Indonesia melalui ketersediaan tenaga kerja yang terampil dan siap industri.

“Selain perdagangan dan infrastruktur, cakupan kerja sama juga telah meluas ke bidang pendidikan, pengembangan keterampilan, sains, teknologi, serta inovasi digital. Bidang-bidang tersebut semakin strategis seiring upaya kedua negara dalam merespons transformasi industri global dan tuntutan revolusi industri 4.0,” tuturnya.

Menurut Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Wulan Aprilianti Permatasari, kerja sama ini bukan sekadar tentang perjanjian institusional tetapi membangun SDM, memperkuat industri, dan membentuk masa depan bersama. “Melalui kepercayaan, kemitraan, dan kerja sama yang berkelanjutan, Indonesia dan China akan terus tumbuh bersama dalam dunia yang semakin terhubung,” ujarnya.

Sementara itu, Vice President Irootech Technology Co., Ltd., Ye Fai, mengungkapkan harapannya agar kerja sama konkret dapat dikembangkan secara bertahap di berbagai bidang guna menjawab kebutuhan pengembangan talenta sekaligus mendukung pertumbuhan industri secara efektif.

“Bidang-bidang kerja sama tersebut meliputi pengembangan standar dan kurikulum, pelaksanaan pembelajaran serta pelatihan berbasis praktik, hingga pertukaran dan kunjungan guru serta mahasiswa. Seluruh inisiatif ini sejalan dengan kebutuhan pengembangan talenta di bidang digitalisasi industri dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sehingga mampu menghasilkan capaian yang nyata,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Guangzhou Electromechanical Technician College juga turut menegaskan pentingnya kolaborasi yang erat antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan dalam menghadapi tantangan kecerdasan industri.

“Kami berkomitmen penuh untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia dalam pengembangan program, perancangan kurikulum, pelatihan tenaga pengajar, serta pertukaran kompetensi. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan industri Indonesia untuk menghadapi era kecerdasan industri,” pungkasnya.

Recent Posts

Indonesia Tuan Rumah SOM MABIMS ke-50, Menag Ajak Empat Negara Bangun Masyarakat Islam Berkeadaban

MONITOR, Jakarta - Indonesia menjadi tuan rumah Senior Officials Meeting (SOM) ke-50 Menteri Agama Brunei…

8 jam yang lalu

Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo Belum Berizin, Gugun Gumilar Dukung Penegakan Hukum Transparan

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa lembaga Hamalatul Qur’an yang berada di Sukoharjo…

10 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Modernisasi Pertanian Harus Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

MONITOR, CIREBON - Modernisasi pertanian melalui mekanisasi menjadi salah satu kunci meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki…

17 jam yang lalu

Mazz Reza Pranata: Pemuda Harus Kuasai Ilmu, Skills, dan Jiwa Kewirausahaan

MONITOR, BOGOR - Seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual dan idealisme. Mereka juga…

1 hari yang lalu

Riset Mahasiswa PTKIN Naik Kelas, Manfaatnya Nyata Dirasa Masyarakat

MONITOR, Yogyakarta - Setelah medali diraih dan pameran ditutup, ke mana hasil riset mahasiswa akan…

1 hari yang lalu

Wamenhaj Dorong Pelibatan Nonmuslim Dukung Pelayanan Jemaah Haji

MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…

2 hari yang lalu