Kabar Haji

Strategi Menhaj dan Gubernur NTB; Manfaatkan Empty Flight Tarik Turis Saudi

MONITOR, Mataram – Optimalisasi potensi ekonomi daerah di Indonesia dipandang sangat strategis untuk dapat diintegrasikan dengan ekosistem haji dan pariwisata internasional.

Hal ini disampaikan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka audiensi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kantor Gubernur NTB, Kota Mataram.

Dalam agenda tersebut, Menhaj menyoroti potensi besar NTB, mulai dari sektor perkebunan hingga kerajinan tangan. Ia mendorong produk unggulan NTB untuk masuk ke pasar Arab Saudi.

“NTB memiliki potensi ekonomi yang sangat luas. Kami melihat ada peluang besar untuk mengomunikasikan kerja sama terkait produk kerajinan tangan hingga hasil perkebunan seperti kurma di Lombok Utara agar bisa bersinergi dengan kebutuhan di Tanah Suci,” ungkap Menhaj, Jum’at (15/1/2026).

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Dinas Pariwisata setempat untuk mengarahkan turis Arab Saudi ke NTB. Karakteristik alam Lombok yang memiliki kombinasi laut dan pegunungan dinilai sangat sesuai dengan preferensi wisatawan asal Timur Tengah.

“Kami ingin memastikan turis mancanegara, khususnya dari Arab Saudi, bisa langsung diarahkan ke NTB. Keindahan laut dan pegunungan di sini adalah ciri khas yang sangat disukai oleh mereka,” ujar Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.

Selain sektor komoditas, audiensi ini juga membahas strategi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Arab Saudi. Salah satu poin krusial yang didiskusikan adalah pemanfaatan Empty Flight (penerbangan kosong).

“Kami juga mendiskusikan teknis empty flight ini bersama Kementerian Pariwisata agar lebih efisien,” tambahnya.

Melalui audiensi ini, Kementerian Haji dan Umrah dan Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan haji dan umrah di wilayah NTB, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru melalui sektor pariwisata dan ekspor produk lokal.

Turut hadir, Anggota Komisi VIII DPR RI Lala Sifa Unfus, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Jaenal Effendi, Kakanwil Kemenhaj NTB Lalu Muhamad Amin, Plh. Sekretaris Daerah NTB Lalu M. Faozal, serta Kepala Dinas Pariwisata NTB Ahmad Nur Aulia.

Recent Posts

Kunjungi Papua Barat Daya, Menhaj: Masa Puji-Pujian Selesai, Saatnya Bangun Budaya Evaluasi Berkelanjutan

MONITOR, Sorong — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, mendorong seluruh jajaran…

8 jam yang lalu

KemenUMKM dan Aprindo Fasilitasi Pembebasan Bea Administrasi UMKM Masuk Ritel Modern

MONITOR, Yogyakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo)…

12 jam yang lalu

Disertasi Chairul Lutfi Tawarkan Model Baru Perlindungan Korban Kekerasan Seksual

MONITOR, Jakarta – Sistem penegakan hukum terhadap tindak pidana kekerasan seksual di Indonesia dinilai masih…

14 jam yang lalu

Legislator Ingatkan Agar Ledakan Gudang Amunisi di Madiun Diinvestigasi Menyeluruh

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin, meminta agar ledakan gudang amunisi…

18 jam yang lalu

Wamen UMKM Tinjau PLUT Kulon Progo, Perkuat Pendampingan untuk Wujudkan UMKM Naik Kelas

MONITOR, Kulon Progo – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Helvi Moraza, melakukan…

21 jam yang lalu

Perkuat Modernisasi Pertanian, HKTI Lumajang Apresiasi Bantuan Alsintan

MONITOR, Malang – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang mengapresiasi…

1 hari yang lalu