Minggu, 18 Januari, 2026

Sekjen Kemenag Harap Perguruan Tinggi Alokasi Anggaran Beasiswa untuk Mahasiswa Asing

MONITOR, Jakarta – Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) diharapkan mengalokasikan anggaran beasiswa bagi mahasiswa asing. Sebagai langkah staretgis dan akan berdampak besar bagi perguruan tinggi dan bangsa.

Hal itu disampaikan Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin saat memberikan arahan pada acara Koordinasi Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang diikuti oleh Wakil Rektor/Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama PTKN se-Indonesia, 13-15 Januari 2026 di Jakarta.

“Kenapa banyak orang Indonesia kuliah di Universitas Al Azhar, karena disana kuliahnya gratis dengan beasiswa dan biaya hidup murah”, terang Kamaruddin.

Kamaruddin melanjutkan Indonesia berpeluang besar menjadi destinasi pendidikan Islam dunia. Saat ini menurut Peneliti Inggris, ada tiga universitas yang berpengaruh di dunia Islam yaitu Universitas Al Azhar, Universitas Madinah dan Universitas Internasional Iran.

- Advertisement -

Selain beasiswa mahasiswa asing, kamaruddin Amin juga menyinggung pentingnya perhatian civitas akademika PTKN menguatkan kehadirannya kepada masyarakat sekitar. “Mungkin disekitar kampus banyak keluarga yang kurang mampu, maka PTKN harus hadir memikirkan mereka, salah satunya dengan beasiswa”, kata Kamaruddin dihadapan 120-an peserta Rakor KIP-K Nasional.

“Perguruan Tinggi harus memberi dampak kepada masyarakat, di tengah kebutuhan masyarakat yang kian kompleks”, katanya.

Alumnus S3 Bon University Jerman ini juga membekali para pimpinan PT agar mencari sumber pendanaan lain, selain APBN, yaitu tution fee (UKT), kerjasama penelitian dengan dunia industri, pendanaan dari alumni, dan dana abadi pendidikan (endomen fund).

Menurut Kamar, wakaf bisa menjadi salah satu bentuk indomen fund bagi perguruan tinggi keagamaan Islam yang potensial untuk dikembangkan.

Sementara itu Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Sekretariat Jenderal Ruchman Basori mengatakan Puspenma merupakan lembaga yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Agama melalui Sekretaris Jenderal. Menangani hal-hal pembiayaan pendidikan stratagis menyangkut sumber daya manusia.

Dengan dibentuknya PUSPENMA, lanjut Ruchman, maka mulai Oktober 2024 dan seterusnya, pengelolaan KIP-K dan juga PIP pada Pendidikan Dasar dan Menengah Keagamaan menjadi kewenangan lembaga ini. Selain itu riset indonesia bangkit (MoRA The Air Funds) juga semua layanan beasiswa di Kementerian Agama.

Pada tahun anggaran 2025, PUSPENMA telah berhasil menyalurkan program dan anggaran KIP Kuliah sebesar Rp. 39.679.200.000,- bagi 6.012 mahasiswa. Untuk Beasiswa Indonesia Bangkit, telah memberikan beasiswa kepada 1.029 orang pada tahun 2025 dan 50 milyard untuk anggaran riset.

Koordinasi KIP-K sangat penting untuk menata ulang penyelenggaraan KIP Kuliah, agar profesional, transparan dan akuntabel, karena nilainya mencapai 1,6 trilyun. “Para Direktur Pendidikan pada Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha bersama Wakil Rektor/Wakil Ketua III harus berkolaborasi menangani misi mulia memberikan kesempatan studi kepada mahasiswa dari keluarga yang kurang mampu”, terang Ruchman.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER