PARLEMEN

DPR Dorong Pemerintah Pastikan Transisi Energi ke B50 Tak Abaikan Kepentingan Petani

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari mendorong Pemerintah untuk memastikan kebijakan transisi energi melalui peningkatan kadar biodiesel dari B40 menjadi B50 pada tahun 2026 tidak mengorbankan kepentingan petani sawit rakyat. Termasuk harus ada kepastian stabilitas harga pangan nasional bila kebijakan ini diterapkan.

Ratna menjelaskan, peningkatan kadar biodiesel memang penting untuk memperkuat kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak fosil.

Namun, Ratna menekankan kebijakan tersebut harus berjalan seimbang dengan memperhatikan kesejahteraan petani sawit yang selama ini menjadi tulang punggung pasokan bahan baku Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah nasional.

“Pemerintah harus menyiapkan kebijakan yang berkeadilan. Energi berkelanjutan penting, tetapi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan rakyat juga hal yang fundamental,” kata Ratna, Selasa (4/11/2025).

Seperti diketahui, Pemerintah menargetkan biodiesel B50 pada semester II-2026 untuk mengurangi impor solar dan meningkatkan nilai tambah kelapa sawit.

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral RI (ESDM) mengungkap, setelah Juni 2026, B50 bisa digunakan secara luas di Indonesia. Saat ini, pengembangan B50 masih dalam tahap pengujian.

Terkait hal ini, Ratna menekankan tentang pentingnya reformasi tata kelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) agar dana pungutan sawit dapat benar-benar digunakan untuk mendukung petani rakyat.

Selama ini, sekitar 90 persen dana BPDPKS disalurkan untuk industri energi dan biodiesel, sementara hanya 8 persen yang kembali kepada petani dalam bentuk program peremajaan kebun, peningkatan produktivitas dan pemberdayaan ekonomi.

“Keadilan energi sawit tidak hanya bicara soal efisiensi industri, tetapi juga bagaimana kebijakan ini membawa manfaat langsung bagi petani kecil yang menjadi tulang punggung rantai pasok sawit nasional,” tegas Ratna.

Anggota Komisi DPR yang membidangi urusan energi dan mineral itu pun mengingatkan, potensi pergeseran pasokan CPO untuk sektor energi dapat menekan ketersediaan minyak goreng. Selain itu, kata Ratna, hal tersebu dapat pula memicu kenaikan harga pangan rumah tangga.

“Di sisi lain, perluasan lahan sawit akibat peningkatan kebutuhan bahan baku B50 juga dapat berisiko memicu deforestasi jika tidak diatur dengan prinsip keberlanjutan,” sebut Legislator dari Dapil Jawa Timur IX itu.

“Maka transisi energi harus sejalan dengan kedaulatan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Energi hijau tidak boleh lahir dari praktik yang merusak hutan dan menekan rakyat kecil,” tambah Ratna.

Lebih lanjut, Ratna menegaskan keberhasilan kebijakan energi hijau bergantung pada sejauh mana kebijakan tersebut adil dan inklusif. Oleh karenanya, Pemerintah dinilai perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan, terutama petani dan masyarakat lokal, dalam setiap tahapan penyusunan kebijakan transisi energi.

“Energi hijau tidak boleh menjadi agenda eksklusif. Ia harus menjadi gerakan nasional yang menyejahterakan rakyat, menjaga lingkungan, dan memastikan keadilan bagi petani sawit,” pungkas Ratna.

Recent Posts

Arus Balik, Jasa Marga Operasikan Jalur Fungsional Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Segmen Sadang-Setu

MONITOR, Sadang - Atas diskresi Kepolisian, untuk mengurai kepadatan lalu lintas arus balik dari arah…

10 jam yang lalu

Indonesia Tantang Dominasi Negara Maju di WTO, Bawa Agenda Keras di KTM ke-14 Kamerun

MONITOR, Jakarta – Indonesia tak lagi sekadar menjadi pengikut dalam percaturan perdagangan global. Dalam Konferensi Tingkat…

11 jam yang lalu

Perbedaan Idul Fitri 1447 H Picu Penolakan, SETARA Institute: Negara Wajib Lindungi Hak Beribadah Warga

MONITOR, Jakarta – SETARA Institute menegaskan bahwa negara wajib menjamin hak kebebasan beragama setiap warga negara,…

13 jam yang lalu

Jasa Marga Tutup Sementara Rest Area KM 52B dan Lakukan Buka Tutup Rest Area KM 62B Jalan Tol Jakarta-Cikampek

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mendukung pemberlakuan sistem buka tutup Rest Area…

16 jam yang lalu

One Way Lokal KM 425–414 Diberlakukan, Arus Balik Tol Semarang Arah Jakarta Diurai

MONITOR, Semarang – Rekayasa lalu lintas berupa one way lokal diberlakukan di ruas Tol Semarang hingga…

17 jam yang lalu

Pemerintah Pastikan Stok BBM Lebaran 2026 Aman, Antrean di Sejumlah Daerah Mulai Terurai

MONITOR, Jakarta – Pemerintah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional selama periode libur Lebaran 2026…

18 jam yang lalu