INTERNASIONAL

Indonesia Tantang Dominasi Negara Maju di WTO, Bawa Agenda Keras di KTM ke-14 Kamerun

MONITOR, Jakarta – Indonesia tak lagi sekadar menjadi pengikut dalam percaturan perdagangan global. Dalam Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-14 Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Yaoundé, Kamerun, pemerintah secara terbuka membawa agenda keras: menekan reformasi WTO dan menuntut keadilan bagi negara berkembang.

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menegaskan bahwa sistem perdagangan global saat ini harus dibenahi agar tidak timpang dan tetap berpihak pada negara berkembang.

“Reformasi WTO harus menjaga prinsip dasar, termasuk konsensus dan perlakuan khusus bagi negara berkembang. Indonesia juga mendorong pemulihan sistem penyelesaian sengketa demi kepastian hukum global,” tegasnya.  

Indonesia secara tegas memasukkan sejumlah isu sensitif ke meja perundingan, mulai dari subsidi perikanan, sektor pertanian, perdagangan digital, hingga isu non-violation and situation complaints (NVSC)—yang selama ini kerap menjadi tarik ulur kepentingan negara maju dan berkembang.

Sorotan tajam diarahkan pada sektor pangan. Pemerintah mengingatkan bahwa krisis iklim berpotensi mengguncang produksi pangan dunia, sehingga negara berkembang tidak boleh dibatasi dalam menjaga cadangan pangan nasionalnya.

“Indonesia memperjuangkan dukungan bagi petani dan nelayan kecil agar aturan global tidak merugikan mereka,” ujar Budi Santoso.  

Tak hanya itu, Indonesia juga menyoroti ketimpangan di sektor digital. Kebijakan global terkait e-commerce dinilai berpotensi memperlebar jurang antara negara maju dan berkembang jika tidak diatur secara adil.

Melalui delegasi yang dipimpin Johni Martha, Indonesia akan aktif melakukan manuver diplomasi, baik dalam forum utama maupun pertemuan bilateral, guna memperkuat posisi tawar di tengah ketatnya negosiasi global.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap naik kelas: dari sekadar peserta menjadi penentu arah baru perdagangan dunia.

Recent Posts

Sering jadi Titik Krusial, Komnas Haji minta Pengelolaan Muzdalifah jadi Prioritas Utama Puncak Haji 2026

MONITOR, Mekkah - KOMNAS HAJI menyoroti pentingnya pengelolaan pergerakan jemaah di kawasan Muzdalifah menjelang puncak…

8 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Pemanfaatan Biodiversitas Laut Berbasis Inovasi menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Yogyakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan National Policy Dialogue bertajuk “Kedaulatan…

8 jam yang lalu

Raih Lisensi IB, Lulusan MAN IC Serpong Makin Mudah Tembus Kampus Top Dunia

MONITOR, Jakarta - Madrasah binaan Kementerian Agama berhasil memperoleh lisensi menjalankan kurikulum International Baccalaureate Diploma…

10 jam yang lalu

PBHI Tolak Pengadilan Militer dalam Kasus Andrie Yunus

MONITOR, Jakarta - Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) menyatakan mosi tidak…

11 jam yang lalu

Menahan Badai Krisis Ekonomi 2026

Oleh: Haris Zaky Mubarak, MA* Hadirnya pelemahan rupiah atas mata uang dollar Amerika Serikat (AS)…

12 jam yang lalu

Wamen UMKM Luncurkan ACCES 2026, Perluas Akses Pendanaan Pengusaha Menengah

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali meluncurkan program ACCES (Accelerating…

14 jam yang lalu