PARLEMEN

DPR Kecam Penangkapan Aktivis, Dorong Kolega Israel Putuskan Hubungan Diplomatik

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta mengecam keras tindakan Israel yang mencegat dan menangkap ratusan aktivis internasional dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza. Ia menegaskan misi tersebut merupakan bentuk solidaritas global untuk rakyat Palestina yang sedang mengalami krisis kemanusiaan berat.

“Misi Global Sumud Flotila adalah misi kemanusiaan, wujud solidaritas masyarakat dunia untuk membantu warga Gaza yang mengalami genosida yang kondisinya saat ini sangat buruk karena tidak ada makanan, minuman, serta tidak ada tempat tinggal selama hampir 2 tahun,” kata Sukamta, Jumat (3/10/2025).

Seperti diketahui, pasukan Israel mencegat 14 kapal dalam misi Global Sumud Flotilla dan menangkap 223 aktivis dari 37 negara yang berada di dalamnya.

Kapal-kapal tersebut membawa bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza. Meski begitu, sekitar 23 kapal lainnya dikabarkan berhasil lolos dan terus melanjutkan perjalanan menuju Gaza.

Sukamta menilai, Israel secara terang-terangan telah melanggar hukum internasional dengan menghalangi bantuan kemanusiaan dan menyerang fasilitas serta petugas kemanusiaan.

“Upaya blokade bantuan kemanusiaan terus dilakukan oleh Israel, bahkan rumah sakit dan petugas kesehatan dan kemanusiaan jadi sasaran serangan. Saya kira dalam sejarah modern, di semua zona konflik, bantuan kemanusiaan dilindungi. Tapi ini tidak terjadi di Palestina,” paparnya.

“Israel terang-terangan melanggar hukum humaniter internasional, menghina nilai-nilai kemanusiaan. Ini jelas tindakan yang sangat keji,” lanjut Sukamta.

Pimpinan komisi DPR yang membidangi urusan hubungan luar negeri itu pun mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah konkret bersama negara-negara lain. Menurut Sukamta, hal ini guna menekan Israel agar membuka akses kemanusiaan ke Gaza.

“Para pemimpin dunia tidak boleh membiarkan arogansi sebuah negara menginjak-injak nilai-nilai kemanusiaan, ini sangat berbahaya dan bisa merusak tatanan perdamaian dunia. Tekanan secara diplomatik, ekonomi dan militer harus dilakukan,” tegasnya.

“Saya berharap negara-negara yang punya hubungan dengan Israel segera melakukan pemutusan hubungan diplomatik, melakukan embargo ekonomi dan menghentikan bantuan militer. Ini langkah nyata untuk memberikan tekanan yang lebih kuat ke Israel,” sambung Sukamta.

Selain itu, Sukamta juga mendorong agar bantuan Indonesia ke Gaza terus disalurkan, termasuk melalui jalur udara yang dinilai paling memungkinkan saat ini.

“Opsi memberikan jalur udara mungkin saat ini yang paling memungkinkan,” ungkap Legislator dari Dapil DI Yogyakarta itu.

“Saya berharap perintah Indonesia dan juga negara-negara OKI terus mencoba memberikan bantuan kemanusian dengan berbagai cara yang paling mungkin, mengingat situasi sangat kritis yang saat ini dialami oleh warga Gaza,” tutup Sukamta.

Recent Posts

Oktober 2026, Forum Antaragama G20 dan MHM Gelar KTT 2026 di Amerika Serikat

MONITOR, Jakarta - Asosiasi Forum Antar Agama G20 (IF20) bersama Majelis Hukama Muslimin (MHM) akan mengadakan…

9 jam yang lalu

Pembangunan Gedung Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta: Lompatan Peradaban Menata Ulang Arah Keilmuan

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, meresmikan pembangunan Gedung Fakultas Ushuluddin UIN Syarif…

11 jam yang lalu

Mei, Gerakan Sosial, dan Ancaman Keamanan Nasional

Oleh: Robi SugaraDosen Keamanan Internasional, Prodi HI, FISIP, UIN Jakarta Mei akan selalu menjadi bulan…

13 jam yang lalu

Ikatan Alumni FISIP UIN Jakarta Bela Saiful Mujani: Ini Bukan Makar, tapi Kritik Total

MONITOR, Jakarta - Adriansyah selaku Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik…

15 jam yang lalu

UU PPRT Diharap Jamin Hak Hingga Tingkatkan Harkat dan Martabat PRT

MONITOR, Jakarta - DPR RI baru saja mengesahkan Undang-undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT).…

1 hari yang lalu

DPR Soroti Kenaikan Harga Minyak Goreng Hingga BBM yang Beratkan Rakyat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok dampak dinamika…

1 hari yang lalu