Plt Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati. (foto: usmtv)
MONITOR, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah menyiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) khusus bagi siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Pendaftaran TKA akan ditutup pada Minggu (5/10/2025) mendatang.
Plt Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, menjelaskan bahwa TKA merupakan terobosan baru yang dirancang untuk mengukur capaian belajar siswa berdasarkan kurikulum secara objektif.
“Tes kemampuan akademik ini dilakukan dengan instrumen dan mekanisme yang terstandar, sehingga hasilnya bisa diperbandingkan antar-siswa. Lebih penting lagi, ini membantu siswa memahami potensi akademiknya, apa yang sudah dikuasai, dan apa yang perlu diperbaiki,” ujar Rahmawati di Jakarta, Jumat (3/10/2025).
Menurut Rahmawati, penyelenggaraan TKA melibatkan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kantor Wilayah Kementerian Agama. Meski baru pertama kali digelar, pengalaman Kemendikdasmen dalam pelaksanaan asesmen nasional dinilai cukup menjadi bekal.
“Harapannya, siswa mengikuti TKA ini dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi kejujuran serta integritas. Dengan begitu, hasil yang diperoleh benar-benar berkualitas,” kata Rahmawati.
Pakar Pendidikan Doni Koesoema Albertus mengakui TKA sebagai terobosan positif. Menurutnya, berbeda dengan ujian nasional yang bersifat wajib, TKA bersifat sukarela sehingga memberi ruang bagi siswa untuk memilih.
“Ini hal baru, karena sebelumnya ujian model standar seperti UN diwajibkan. Sekarang siswa bisa memilih untuk ikut atau tidak. Itu menghargai hak anak agar tidak merasa terpaksa,” kata Doni.
Meski begitu, dia menekankan pentingnya persetujuan siswa ketika mengikuti tes yang berskala nasional. “Kalau ada orang tua, guru, atau kepala dinas yang memaksa siswa ikut, itu keliru. Tes ini sebaiknya diposisikan seperti cek kesehatan gratis, yang bermanfaat untuk mengetahui kondisi diri,” ujarnya.
Doni menilai TKA dapat mendorong semangat belajar siswa. “Setiap ujian pada akhirnya membuat anak belajar. Memang hasil tes standar tidak bisa menggambarkan keseluruhan diri anak, tetapi tetap berguna untuk kepentingan tertentu, misalnya pemetaan kemampuan akademik,” terangnya.
MONITOR, Jakarta -Wakaf produktif perlu dikembangkan dari praktik filantropi keagamaan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, pendidikan,…
MONITOR, Konawe - Digitalisasi pemilu tidak otomatis menjamin integritas suara. Tanpa transparansi data, verifikasi berjenjang,…
MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) mendukung langkah Kapolri Jenderal Suyudi dalam memperkuat pelayanan…
MONITOR, Surabaya — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya pelatihan kerja yang sesuai dengan…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan penyaluran Bantuan Presiden (Banpres)…