HUMANIORA

Bahas EFT, UNPAM Gandeng FITRA adakan Workshop Nasional

MONITOR, Banten – Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Kota Serang bekerja sama dengan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mengadakan Workshop Nasional yang bertema Ecological Fiscal Transfers (EFT). Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 24 Mei 2025 di Aula Gedung A Lantai 1 UNPAM Kampus Kota Serang.

Turut hadir sekaligus membuka kegiatan, Rektor UNPAM Dr. E Nurzaman, AM., M.M., M.Si mengapresiasi Workshop ini sebagai sarana pembelajaran yang berkelanjutan dan harus selalu dilaksanakan.

“Workshop ini sangat positif, karena merupakan sarana pembelajaran yang berkelanjutan. Untuk memberikan layanan pembelajaran bagi mahasiswa, harus sering mendatangkan para expert di bidangnya, agar mahasiswa dapat berdiskusi lepas tentang isu yang terjadi”. papar Dr. Nurzaman, pada Sabtu (24/5/2025.

Sejalan dengan Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan UNPAM Kampus Kota Serang Muhammad Akbar Maulana, S.IP., M.I.P, dirinya juga mengapresiasi atas antusias mahasiswa yang sangat luar biasa pada kegiatan ini.

“Saya ucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada mahasiswa yang secara antusias hadir, beserta seluruh pihak yang terlibat. Isu lingkungan ini memang selalu hangat, apalagi dalam Prodi kita terdapat mata kuliah yang sangat relevan dengan tema workshop kali ini”. ucap Ketua Prodi UNPAM Serang.

Pemateri pada workshop yang dihadiri hampir 300 mahasiswa ini adalah Peneliti FITRA Gulfino Guevarrato, Peneliti Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO) Ramlan Nugraha, Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan UNPAM Nita Aribah Hanif, S.I.P., M.I.P, dan dimoderatori Rizqika Arrum Bakti yang juga merupakan Pegiat FITRA.

Peneliti FITRA, Gulfino Guevarrato menyebutkan bahwa anggaran yang dimiliki oleh daerah sangatlah besar, dan sudah banyak daerah yang menerapkan EFT untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Selanjutnya, Peneliti PATTIRO Ramlan Nugraha menambahkan, jika setiap daerah yang memiliki isu lingkungan tinggi mendapatkan insentif khusus, maka akan terjadinya prioritas anggaran yang sehat.

Sebagai penutup, Dosen Prodi Ilmu Pemerintahan UNPAM Nita Aribah Hanif menyampaikan bahwa partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengawal kebijakan yang berkaitan dengan isu lingkungan. Sehingga terjadinya keseimbangan antara kebijakan dan implementasinya.

Recent Posts

Banjir Putuskan Akses, TNI Tempuh 12 Mil Jalur Air untuk Salurkan Bantuan

MONITOR, Jakarta - TNI melalui Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol terus mempercepat penanganan darurat banjir di…

48 menit yang lalu

Tinjau Lahan Kantor Imigrasi Blora, Menteri Imipas: Gunakan Kontraktor Lokal

MONITOR, Jakarta - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten…

5 jam yang lalu

Kemenag Salurkan Bantuan Rp250 Juta untuk Warga Terdampak Banjir di Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama hari ini menyalurkan bantuan untuk warga terdampak banjir di Aceh.…

6 jam yang lalu

DPR Minta Pemda Sumbar Segera Pendataan Dampak Bencana, Presiden Sudah Beri Sinyal Bantuan

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menanggapi dinamika penetapan…

13 jam yang lalu

Puan Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Doa Bersama Bagi Korban Bencana Banjir dan Longsor

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan kepedulian mendalam terhadap masyarakat di sejumlah…

15 jam yang lalu

Kunjungi Kampoeng Djadhoel Semarang, Puan Dukung UMKM Warga

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mengunjungi Kampoeng Djadhoel yang merupakan salah satu…

16 jam yang lalu