PARLEMEN

Pagar Laut 30,16 KM Bukti Kelalaian Oknum di Kementerian, Prof Rokhmin Pertanyakan Sertifikat HGB

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri, berpendapat, adanya pagar laut 30,16 km di wilayah Tangerang merupakan bukti kelalaian oknum di beberapa kementerian atau lembaga pemerintahan.

Baginya, aneh bin ajaib pemasangan pagar yang sangat panjang itu tidak diketahui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perhubungan, Bakamla, Polairud, Bea Cukai, Kementerian Kehutanan, kapolres dan kapolsek setempat.

“Setahu saya lembaga-lembaga itu pasti rutin melakukan patroli laut. Masa tidak mengetahui dan melihat pemasangan pagar menggunakan bambu yang jumlahnya mungkin jutaan. Sekali lagi, ini sangat aneh bin ajaib kalau kemudian tidak mengetahuinya,” ujar pakar kelautan ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Rokhmin dalam wawancara dengan presenter Kompas TV dan disiarkan secara live pada Selasa (21/1/2025) sore, dengan tema Polemik Pagar Laut Ilegal Bersertifikat.

Lebih mengejutkan lagi, lanjutnya, ternyata bersertifikat dan kemudian diakui Menteri Argaria & Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid.

“Saya apresiasi pengakuan Pak Nusron bahwa memang ada Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), meski pernyataannya ibarat pedang bermata dua. Setidaknya sudah ada kejujuran dari Pak Menteri,” kata Prof. Rokhmin.

Meski begitu, politisi PDI Perjuangan ini mempertanyakan kewenangan keluarnya sertifikat HGB. Dirinya menilai ada oknum yang bermain.

“Laut itu sumber daya milik bersama dan otoritas pemanfaatannya ada di KKP. Jadi, aneh bin ajaib juga kalau ada sertifikat HGB. Ada pelanggaran dan kasus pagar laut membuka pandora betapa amburadul serta karut marut tata kelola pemerintahan,” tandasnya.

Terkait hal itu, Prof. Rokhmin meminta Presiden Prabowo untuk tegas. Dirinya juga menyambut baik pernyataan Hashim Djojohadikusumo bahwa Presiden Prabowo tidak ingin dikotori dengan sogokan dari pihak manapun.

Diakhir pembicaraan, menteri kelautan di era Presiden Gus Dur dan Megawati ini memastikan Komisi IV solid mengungkap siapa dalang pagar laut 30,16 km.

“Komisi IV akan memanggil Menteri KKP, Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, Kementrian ATR/BPN, perusahaan dan perorangan yang disebut-sebut pemilik HGB. Rapat Komisi IV dengan mengundang pihak-pihak tersebut diagendakan Rabu (22/1/2025). Kami ingin ada efek jera agar ke depan masalah ini tidak terjadi lagi. Jangan lagi ada oknum pengusaha yang berperilaku sewenang-wenang,” pungkas Prof. Rokhmin Dahuri.

Recent Posts

Kemenag Harap Pimpinan Ormawa Perkuat Kepemimpinan dan Idealisme

MONITOR, Malang - Pimpinan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) harus terus mengembangkan kapasitas kepemimpinan (leadership) dan idelisme.…

2 jam yang lalu

Kasus Keracunan MBG Kembali Muncul, DPR Desak Sanksi Tegas

MONITOR, Jakarta - Kasus keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali marak terjadi. Satu…

2 jam yang lalu

Percepat Pemulihan Bencana, KKP Kirim 1.142 Taruna ke Sumatra

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerjunkan 1.142 taruna ke Provinsi Aceh dan…

3 jam yang lalu

Menag: Isra Mikraj Jadi Momentum Perkuat Ketahanan Keluarga

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW…

4 jam yang lalu

Analis: Keberhasilan Penyelamatan Pekerja Freeport Perkuat Kepercayaan Publik

MONITOR, Jakarta - Keberhasilan TNI dalam operasi penyelamatan 18 karyawan PT Freeport Indonesia di Tembagapura…

5 jam yang lalu

Pemerintah Pulangkan 27.768 WNI Korban Konflik hingga Online Scam

MONITOR, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menegaskan bahwa pelindungan Warga Negara Indonesia…

6 jam yang lalu