PARLEMEN

Dukung Produk Industri Lokal Go International, Legislator: UMKM Pahlawan Ekonomi RI

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mendukung penuh kemajuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia. Ia menegaskan, UMKM salah satu penggerak ekonomi rakyat.

“Industri Kecil dan Menengah serta UMKM adalah nadi ekonomi masyarakat Indonesia pada umumnya. Mereka juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi wilayah sekitar,” ujar Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Kamis (14/11/2024).

Bagi perempuan yang karib disapa dengan sebutan Sara ini, peran industri kecil dan menengah serta UMKM sangat penting dalam memajukan perekonomian lokal maupun nasional. “UMKM bisa dibilang pahlawan karena membuka pintu harapan untuk keluar dari kemiskinan. Itulah sebabnya UMKM disebut penopang ekonomi Indonesia,” kata Legislator dari dapil DKI Jakarta III itu.

Menurut Sara, salah satu cara dalam mendukung industri kecil atau UMKM adalah dengan membeli produk lokal. Hal tersebut ditunjukkan Sara saat memimpin kunjungan kerja (Kunker) spesifik Komisi VII DPR RI ke Kalimantan Selatan bersama Dirjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKM) Kementerian Perindustrian pada hari Rabu (13/11) kemarin.

Sara mengunjungi Dekranasda Banjarbaru, yang menjadi tempat penjualan produk-produk lokal Kalimantan Selatan. Kain sasirangan dan kerajinan anyaman menjadi sorotan Sara karena produk tersebut tidak hanya melestarikan budaya lokal tetapi juga menggerakkan perekonomian daerah.

“Pelaku UMKM di daerah perlu diberikan dukungan lebih lanjut agar dapat bertahan dan terus berkembang di tengah dinamika perekonomian nasional. Karena bukan hanya untuk penggerak ekonomi melainkan juga pelestarian budaya,” jelas Sara.

Pimpinan Komisi di DPR yang membidangi sektor perindustrian, UMKM, dan Ekonomi Kreatif itu pun mendorong agar konsumen Indonesia mendukung penjualan produk-produk buatan karya tangan-tangan masyarakat lokal. Dengan membeli produk lokal, menurut Sara, hal tersebut bisa membantu UMKM agar lebih bisa maju lagi. “Sebenarnya bahaya untuk dompet semua yang mengunjungi, namun ini bentuk ’shopping’ yang terjustifikasi karena menggerakkan ekonomi lokal kita,” tuturnya sambil berkelakar.

Lebih lanjut, Sara meminta seluruh Pemerintah Daerah untuk semakin memperhatikan UMKM di wilayahnya masing-masing, termasuk dengan penyediaan tempat berjualan yang strategis dan layak.

Dukungan bagi UMKM diharapkan dapat membantu pelaku usaha lokal agar produknya dapat semakin dikenal, baik di dalam maupun luar negeri. “Salah satu contohnya anyaman dan sasirangan Kalimantan Selatan harus kita dukung untuk bisa go-international!” tegasnya.

“Kita berharap hal ini menjadi pemicu peningkatan produksi dan penjualan produk-produk lokal, serta menjadi inspirasi bagi pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung UMKM di berbagai wilayah Indonesia,” pungkas Sara.

Recent Posts

Perkuat Ekonomi Haji, RI Ekspor 76 Ton Bumbu Masak ke Arab Saudi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi…

55 menit yang lalu

Komnas Haji Desak Komisi Yudisial Turunkan Tim Pemantau Sidang Praperadilan Gus Yaqut

MONITOR, Tengerang Selatan - Komite Nasional Pengawas Haji (KOMNAS Haji) mendesak Komisi Yudisial (KY) untuk…

57 menit yang lalu

Kemenag dan AD Thailand Perkuat Kerja Sama Moderasi Beragama

MONITOR, Jakarta - Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil.…

3 jam yang lalu

Kemenimipas Buka Seleksi Dirjen Imigrasi dan Kepala BPSDM

MONITOR, Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI (Kementerian IMIPAS) mengumumkan seleksi terbuka untuk jabatan…

4 jam yang lalu

Situasi Global Memanas, Prabowo Kumpulkan Tokoh di Istana Merdeka

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto secara langsung membahas perkembangan situasi domestik dan global terkini…

5 jam yang lalu

Kemenag Siapkan Ditjen Pesantren, Kelola 42 Ribu Pesantren dan 10 Juta Santri

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyiapkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren sebagai orkestrator ekosistem pesantren nasional…

7 jam yang lalu