PERTANIAN

Apresiasi Insan Pertanian, SYL: Pertanian Penyelamat Ekonomi Bangsa

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian berkomitmen penuh untuk mengawal kedaulatan pangan. Mereka sadar bahwa sektor pertanian adalah salah satu urat nadi perkekonomian bangsa, sehingga seluruh pemangku kepentingan wajib bersama-sama menjadi garda terdepan.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo ketika menjadi Inspektur Upacara (Irup) HUT Ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia di areal Komplek Gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Kamis (17/8). Dalam arahannya, Syahrul mengapresiasi pihak-pihak yang ikut berkontribusi nyata terhadap pembangunan pertanian.

“Sektor pertanian adalah garda terdepan. Kita adalah pengawal realisme kebangsaan. Kementan ini punya tugas menjaga kedaulatan pangan, dan itu sedang kita jalankan,” ujar SYL-sapaannya-.

Dalam kesempatan itu, Menteri SYL juga memberikan penghargaan kepada Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi. Suwandi diberikan ‘Pin Swasembada Beras’ dari Menteri SYL disela-sela acara upacara. Apresiasi tersebut diberikan lantaran kontribusi Suwandi dalam memajukan pertanian Indonesia.

Selanjutnya Menteri Pertanian juga memberikan apresiasi pertanian kepada Muhammad Anshar selaku penemu Elisator Biosaka. Biosaka merupakan produk non paten dan non pupuk yang diramu sendiri oleh petani. Produk biosaka merupakan elisitor, artinya suatu produk yang berfungsi sebagai signaling bagi tanaman untuk tumbuh dan berproduksi lebih bagus.

Pada kesempatan yang sama, Kementan juga memberikan penghargaan kepada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan yang menempati juara ke-3 lomba K3 Lingkungan Kementerian Pertanian.

“Yang menjadi penyelamat ekonomi bangsa kita adalah sektor pertanian. Kita harus berterima kasih kepada mereka yang kenal lelang, bekerja keras, untuk memajukan pertanian Indonesia,” beber SYL.

Menteri SYL menambahkan jika sektor pertanian terbukti telah menjadi penopang ekonomi nasional. Sejak pertama kali republik ini berdiri, kata dia, Indonesia telah diuji berbagai krisis, mulai dari zaman Soekarno, Soeharto, hingga era presiden Joko Widodo.

“Dan bisa kita lihat, pertanian menjadi garda terdepan. Bahkan yang menyelamatkan ekonomi ketika Covid-19 kemarin adalah pertanian. Ekonomi kita hari ini tetap stabil, tumbuh 5,17 persen dengan inflasi 3,4 persen. Sumbangsih pertanian besar disini,” ungkap menteri asal Sulawesi Selatan tersebut.

“Dalam konteks kemerdekaan, harus diingat bahwa ada peran pangan di balik perjuangan para pejuang. Di balik aksi heroik pejuang, ada orang-orang yang menyiapkan kebutuhan makanan untuk mendukung perjuangan mereka,” lanjutnya.

Pada momen peringatan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI ini, SYL mengajak seluruh elemen bangsa, untuk sama-sama berjuaang mengawal serta menjaga pertanian Indonesia. “Tantangan kita sudah di depan mata, ada El Nino, Climate Change, semua itu harus kita hadapi bersama-sama,” pungkasnya.

Recent Posts

Wamenag: Belajar Islam Juga Harus Kuasai Sains dan Teknologi

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i memberi pesan khusus kepada para…

3 jam yang lalu

Adde Rosi: AI Hadir untuk Dampingi Petani Hadapi Cuaca Ekstrem

MONITOR, Jakarta - Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Adde Rosi Khoerunnisa menegaskan…

6 jam yang lalu

Kemenperin Luncurkan Layanan Satu Pintu BSKJI untuk Kepastian Pelaku Industri

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pilar pertumbuhan ekonomi melalui penguatan standardisasi dan…

11 jam yang lalu

MI dan MA Pembangunan UIN Jakarta Borong Prestasi pada Jakarta Madrasah Award 2026

MONITOR, Jakarta - Pembangunan UIN Jakarta kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan madrasah…

15 jam yang lalu

Target Investasi Haji Meleset, Komisi VIII DPR Desak BPKH Review RKAT 2026

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mempertanyakan ketidaksesuaian target dan…

17 jam yang lalu

Menag Nasaruddin Bakal Kirim Dosen dan Mahasiswa ke Slovakia

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar dan Menteri Luar Negeri serta Urusan…

19 jam yang lalu