INTERNASIONAL

Ribuan Warga AS Antri Kunjungi KBRI Washington DC

MONITOR, Amerika Serikat – Lebih dari 5,100 warga Amerika Serikat mengunjungi KBRI Washington DC sebagai bagian dari Around The World Embassy Tour (AWET), yang diprakarsai oleh organisasi Events DC.

KBRI Washington DC turut membuka pintu untuk memberikan wawasan kepada publik AS tentang budaya negara lain dalam rangka perayaan International Culture Awareness Month. Ribuan warga AS secara bergantian mengunjungi gedung KBRI yang tercatat sebagai salah satu gedung bersejarah di AS (Historical Heritage).

Duta Besar RI untuk AS Rosan Roeslani turut hadir secara langsung untuk menyapa para pengunjung. “Alhamdulilah sangat ramai. Ini menunjukkan ketertarikan warga AS kepada Indonesia yang tinggi. Acara ini bertujuan untuk semakin mempererat hubungan Indonesia dan AS di tingkat masyarakat, dan meningkatkan minat wisatawan AS untuk datang ke Indonesia,” kata Rosan, dalam rilisnya, dikutip Selasa (09/05/2023).

Acara yang dimulai sejak pukul 10 pagi hingga 4 sore tersebut terdiri dari tur gedung KBRI, pengenalan budaya Indonesia melalui tarian, musik, dan kuliner, serta promosi pariwisata unggulan Indonesia. Tidak hanya itu, pengunjung juga berkesempatan mengikuti kegiatan membatik dan workshop Pencak Silat.

Salah satu daya tarik utama adalah gedung KBRI yang dulu dikenal dengan nama Walsh Mansion. Gedung yang telah memasuki usia 120 tahun ini dibangun oleh Thomas F. Walsh pada tahun 1903, pemilik tambang emas di Colorado dan salah satu orang terkaya di AS pada jamannya.

Pengunjung juga dapat melihat replika Hope Diamond, berlian biru 45 karat yang dulu dimiliki oleh Evalyn Walsh-McLean, anak dari Thomas Walsh.

Pentas budaya Indonesia seperti tarian Maumere, Betawi, dan Jaipongan menjerat hati pengunjung yang antusias mengikuti gerakan penari.

Selain itu, pengunjung juga rela mengantri untuk mencoba beberapa produk-produk Indonesia seperti mie instant (Indomie), snack (Mayora), kopi (Enzi Limited), Swallow Globe (agar-agar), dan Aji Tea.

Ellie, pengunjung yang berasal dari Massachusetts berbagi pengalamannya mengikuti acara ini. “Saya baru pindah ke Washington DC dan ingin mengetahui lebih banyak tentang budaya lain. Hari ini sangat luar biasa, saya bisa mengenal Indonesia lebih jauh dan tentunya membuat saya ingin berwisata ke Indonesia.”

Acara AWET merupakan bagian dari kegiatan Passport DC yang telah menjadi acara wisata budaya tahunan paling populer di Washington, D.C. Tahun ini, lebih dari 60 Kedubes asing di Washington DC berpartisipasi menampilkan budaya negara masing-masing. KBRI terakhir kali berpartisipasi pada acara ini pada tahun 2019, sebelum pandemi Covid-19.

Recent Posts

Wamenhaj Dorong Pelibatan Nonmuslim Dukung Pelayanan Jemaah Haji

MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…

7 jam yang lalu

Demo Polri, Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita Tuntut Pembersihan Oknum dan Penegakan Sistem Merit

MONITOR, Jakarta - Sejumlah masa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita (KoMPAS) menggelar…

11 jam yang lalu

Prof Rokhmin: Bantuan Ayam Petelur Harus Jadi Modal Awal Kemandirian Usaha

MONITOR, Cirebon - Bantuan ayam petelur kepada kelompok ternak harus menjadi modal awal untuk membangun…

14 jam yang lalu

Hasil Kunjungan Menag dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa sejumlah peluang kerja sama internasional dari hasil…

16 jam yang lalu

Menteri UMKM: KUR Jadi Instrumen Perluasan Akses Modal Produktif UMKM

MONITOR, Bali – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa Kredit…

20 jam yang lalu

FISIP UIN Jakarta dan LW MUI Dorong Wakaf Produktif untuk Pemberdayaan Sosial

MONITOR, Jakarta -Wakaf produktif perlu dikembangkan dari praktik filantropi keagamaan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, pendidikan,…

1 hari yang lalu