Categories: BISNIS

Adit Setiawan Kenalkan Bisnis Industri Manufaktur Andalannya Kepada 150 Anggota HIPMI se-DIY

MONITOR, Yogyakarta – Pengusaha muda yang merupakan bos PT Indonesia Plafon Semesta (Indofon) Adit Setiawan memperkenalkan bisnis industri manufaktur yang selama ini menjadi garapan perusahaannya. Pada momen itu, mantan prajurit berbagi tips sederhana untuk orang yang ingin menjadi pengusaha atau pebisnis.

Bagi anggota Hipmi Cabang Sleman ini, menjadi pebisnis bukanlah pilihan bagi mereka yang punya duit atau keluarga pengusaha saja. Sebab modal utama bagi calon pengusaha, adalah keberanian untuk mencoba.

Tips sederhana dari Adit Setiawan ini disampaikan, saat acara Buka Puasa Bersama Hipmi DIY di Pabrik PT Indonesia Plafon Semesta di Sentolo Kulonprogo, Jumat (14/4/2023). Buka puasa bersama dihadiri perwakilan dari DPC Hipmi Sleman, Kulonprogo, Gunungkidul, Bantul dan Kota Yogyakarta, serta perwakilan dari Hipmi Perguruan Tinggi (PT) di DIY.

Tips dari Adit Setiawan ini, bermula dari pertanyaan yang diajukan salah satu mahasiswa anggota Hipmi Perguruan Tinggi (PT). Muntas mahasiswa dari FEB UGM ini mengaku galau dan menjadi takut untuk terjun ke dunia usaha. Ia beralasan, sang dosen banyak bercerita tentang lika-liku pebisnis yang tantangan tidak mudah dan penuh dengan tantangan.

“Coba saja. Langsung terjun dan memulai belajar bisnis dari apa yang ada di sekitar kita. Gagal gak masalah. Yang penting jalan dulu dan berani mencoba. Kita tidak akan pernah tahu dan tidak akan pernah belajar kalau tidak mencoba. Anda masih mending mahasiswa FEB UGM. Saya alumni Fakultas Hukum UMY,” kata Adit memotivasi para mahasiswa yang ikut hadir dalam acara.

Adit yang kini memiliki dua pabrik plafon PVC yakni di Bogor dan di Kulonprogo, awalnya juga tidak pernah menyangka akan memiliki bisnis dengan skala seperti sekarang. Ia memulai bisnis dari nol, yakni dari memasarkan produk plafon PVC. Setiap saat bergelut dengan pemasaran plafon PVC, Adit lantas menyadari bahwa pasar untuk produk plafon modern ini masih sangat besar dan luas.

Ia kemudian memberanikan diri untuk membuka pabrik pertama di Bogor, dan beberapa tahun kemudian disusul meresmikan pabrik di Kulonprogo.

“Saya ingin mengenalkan industri baru. Plafon PVC itu industri baru dan termodern. Industri lain sudah berumur 20-30 tahun lalu. Plafon PVC baru mulai dikenal 6 tahun terakhir. Saya ingin mengajak sesama pengusaha muda untuk aktif dan berani terjun ke industri. Ada yang berpikir, merintis bisnis di industri itu butuh modal besar. Manajemennya susah. Saya ingin mengatakan sebaliknya. Bisnis di bidang industri itu tidak sulit. Yang penting memahami bisnisnya, tahu potensi pasarnya. Soal teknis, kita bisa mengajak orang yang paham,” tandasnya.

PT Indonesia Plafon Semesta, saat ini memiliki 322 distributor di seluruh Indonesia. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah, seiring dengan penambahan pabrik baru yang akan dibangun segera.

Adit mengatakan, sebagai industri masih baru pasar bagi plafon PVC masih terbuka sangat lebar. Bahkan ia menyebut, industri ini baru bisa mengambil porsi dari plafon gypsum sebesar 7 persen.

“Kapasitas produksi kami mencapai 20 ribu ton setahun. Itupun masih jauh dari mencukupi kebutuhan atau permintaan pasar,” kata Adit.

Industri ini, lanjut Adit, juga merupakan bisnis yang sangat menarik. Cash flow super cepat sehingga dana tidak mengendap lama. Hal ini, lantaran proses produksi plafon PVC sejak dari bahan hingga menjadi produk siap edar, hanya membutuhkan waktu 2 menit. Jauh berbeda dengan industri baja dan fesyen misalnya, yang bisa membutuhkan waktu sekira 2 pekan.

Ketua DPC Hipmi Sleman Wiwid Bejo Kurniawan mengatakan, sebagai wadahnya para pengusaha, Hipmi sangat berkepentingan untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru. Bahkan, sejak beberapa tahun silam, Hipmi menginisiasi lahirnya Hipmi Perguruan Tinggi (PT) yang menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk belajar bisnis.

Semakin banyak lahir pengusaha-pengusaha baru, kata Wiwid, akan semakin berdampak positif bagi negara. Setidaknya, bermunculannya pengusaha baru, akan membuka lapangan kerja yang jauh lebih luas.

“Hipmi ingin mendorong terciptanya pengusaha-pengusaha muda, khususnya dari lini perguruan tinggi. Kami siap menjadi mentor bagi adik-adik mahasiswa yang memang serius ingin terjun jadi pebisnis atau pengusaha,” katanya.

Recent Posts

Kemen PPPA Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, Libatkan 16 Mahasiswa

MONITOR, Jakarta — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengecam keras dugaan kasus pelecehan…

10 jam yang lalu

Produksi Gula BUMN Naik 58%, HKTI Lumajang: Jangan Rayakan Angka di Atas Derita Petani!

MONITOR, Lumajang - Klaim lonjakan produksi gula BUMN hingga 58% pasca-merger ID Food dan PTPN…

10 jam yang lalu

RI-Tiongkok Bangun Platform Integrasi Tingkatkan Kualitas SDM Industri

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat langkah transformasi sektor manufaktur nasional menuju era industri…

10 jam yang lalu

Darurat Kekerasan di Pendidikan, JPPI: 233 Kasus dalam 3 Bulan Didominasi Kekerasan Seksual

MONITOR, Jakarta — Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyatakan kondisi darurat kekerasan di dunia pendidikan menyusul…

14 jam yang lalu

Heboh Isu Pesawat Militer AS Bebas Melintas di RI, Ini Respons Komisi I DPR

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta menyoroti isu tentang perjanjian akses bagi…

15 jam yang lalu

Kolaborasi Pemkot Tangsel dan Baznas Dorong Kesejahteraan Warga, Transparansi Pengelolaan Dana Jadi Prioritas

MONITOR, Ciputat – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus…

20 jam yang lalu