PARLEMEN

DPR Apresiasi Komitmen Pertamina Tangani Korban Depo Plumpang

MONITOR, Jakarta – Komisi VII DPR meninjau Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang Jakarta yang mengalami musibah kebakaran. Dalam kunjungan tersebut, anggota Komisi VII DPR RI mengapresiasi komitmen Pertamina dalam menangani korban peristiwa tersebut.

Anggota Komisi VII yang Maman Abdurrahman, Syaikhul Islam, Abdul Kadir Karding, Hendrik H Sitompul, Diah Nurwitasari, dan Nasril Bahar diterima diterima langsung Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. Termasuk Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Erry Widiastono dan jajaran Direksi PT Pertamina Patra Niaga serta manajemen terkait.

Dalam kunjungan tersebut, anggota Komisi VII DPR RI berdiskusi sekaligus mendengarkan pemaparan mengenai insiden di TBBM Plumpang dengan pihak Pertamina.

Setelah berdiskusi dan mendengar pemaparan, para legislator memberikan apresiasi atas komitmen Pertamina dalam menangani insiden Plumpang. Maman Abdurrahman mengatakan, Komisi VII ingin memastikan komitmen yang sangat serius dari Pertamina. Dalam hal ini, pihak yang menjadi korban sudah ditangani secara baik dari segi kesehatan, termasuk penangangan di rumah sakit.

“Semua langsung ditangani dan kami mengapresiasi hal tersebut. Sekarang, tinggal bagaimana, target jangka pendek, menengah, dan jangka panjangnya, “ujar Maman, Selasa (7/3/2023).

Dari hasil diskusi dan penjelasan Pertamina, imbuh Maman, terdapat dua hal yang bisa digarisbawahi. Pertama, mengenai permasalahan atau penyebab kebakaran, yang belum bisa diambil kesimpulan terlalu dini. Sebab, saat ini masih dalam proses investigasi dari tim-tim yang berkepentingan.

“Lalu kedua, terkait kondisi mitigasi, advokasi, serta beberapa dampak ataupun kondisi pascakebakaran,” jelas Maman.

Maman menambahkan, TBBM Plumpang merupakan objek vital nasional (Obvitnas), yang menjadi salah satu titik tumpu penyuplai energi untuk masyarakat. Karena itu, perlu titik temu pascainsiden sehingga menjadi solusi dari berbagai permasalahan. Salah satunya, tegas Maman, melalui pembentukan buffer zone hijau dan biru.

“Yang harus dipahami publik,TBBM Plumpang adalah objek vital nasional karena merupakan titik tumpu penyuplai bahan bakar. Tetapi kami pastikan bahwa pasokan ke masyarakat tidak terganggu. Tadi kami melihat, terdapat satu langkah yang memang perlu dilakukan Pertamina dan kami mendorong untuk itu yakni membuat buffer zone hijau dan biru,” ucapnya.

Buffer zone hijau dan biru adalah buffer zone ramah lingkungan yang bisa menyekat atau membatasi antara lokasi area dan masyarakat.

“Hijau artinya ramah lingkungan, ada pepohonan. Lalu biru merupakan daerah aliran sungai. Mudah-mudahan ini bisa jadi salah satu solusi yang cukup komprehensif dan menyelesaikan permasalahan yang ada,” tutupnya.

Recent Posts

Kemenag Terbitkan PMA 2026 Tentang Penyelenggaraan Sidang Isbat

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026 tentang…

56 menit yang lalu

Kemenperin dan IKEA Kolaborasi Dorong IKM Naik Kelas

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan daya saing dan perluasan akses pasar…

8 jam yang lalu

Mardiono Resmi Tunjuk Baihaki Sulaiman Jadi Plt Ketua PPP Banten

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi menetapkan Baihaki Sulaiman…

9 jam yang lalu

Kemenag dan Kemenhaj Sinergi Kawal Transisi Pelayanan Haji 2026

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bersama Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo H.R.…

11 jam yang lalu

Analis Intelijen dukung Polri Tetap di bawah Presiden, ini Alasanya

MONITOR, Jakarta - Analis intelijen, pertahanan, dan keamanan Ngasiman Djoyonegoro mengapresiasi langkah DPR RI yang…

12 jam yang lalu

IKI Cetak Rekor Tertinggi dalam 49 Bulan

MONITOR, Jakarta - Kinerja sektor industri pengolahan nasional mengawali tahun 2026 dengan tren yang semakin…

14 jam yang lalu