Categories: PERDAGANGAN

Nusantara Fashion House Kini Merambah ke Malaysia

MONITOR, Kuala Lumpur – Kementerian Perdagangan terus melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan ekspor fesyen Indonesia ke mancanegara. Salah satunya dengan peluncuran awal (soft launch) Nusantara Fashion House di Strand Mall pada Jumat (3/2) di Kota Damansara, Kuala Lumpur, Malaysia.

Upaya seperti ini akan terus diperluas agar modest fashion Indonesia semakin dikenal di kawasan dan di dunia. Kegiatan ini digelar atas kejelian lembaga Futurist Foundation Malaysia melalui Usahawan Nusantara Ventures Sdn Bhd yang mampu melihat peluang fesyen dari Indonesia untuk masuk ke pasar Malaysia.

Turut hadir pada peluncuran ini Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, perwakilan dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), dan Bank Indonesia.

“Saya mengapresiasi Futurist Foundation yang sangat jeli melihat pasar fesyen di Malaysia. Kemendag dan pemangku kepentingan lain di Indonesia membantu memfasilitasi adanya Nusantara Fashion House berjalan dengan mulus, tidak hanya saat peluncuran awal, tetapi juga untuk pengembangan dan keberlanjutan Nusantara Fashion House,” ujar Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto saat membuka kegiatan tersebut.

Nusantara Fashion House merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Trade Commitment pada Jakarta Muslim Fashion Week selama gelaran Trade Expo Indonesia ke-37 tahun 2022.

Nusantara Fashion House yang menempati area seluas 700 meter persegi memberikan peluang baru masuknya produk-produk fesyen ke Malaysia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi menambahkan, kualitas modest fashion Indonesia sangat mumpuni untuk mengisi pasar Malaysia, bahkan pasar dunia.

Dengan adanya Nusantara Fashion House diharapkan cakupan produknya lebih luas, termasuk produk kecantikan, kerajinan, dan lain-lain sehingga ekspor produk Indonesia termasuk dari usaha kecil dan menengah (UKM) semakin meningkat ke Malaysia.

“Kemendag dalam beberapa tahun ini memberikan dorongan bagi pengembangan fesyen dengan pendekatan ekosistem. Di dalamnya ada industri tekstil, akademisi, dan fesyen desainer atau brand. Harapannya tentu pendekatan ini bisa menghasilkan industri fesyen yang berkelanjutan,” imbuh Didi.

Recent Posts

Delegasi U.S. Army War College Sambangi Istiqlal, Gugun Gumilar Dorong Penguatan Dialog Indonesia-AS

MONITOR, Jakarta - Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat kembali mendapat ruang dalam pertukaran gagasan strategis.…

5 jam yang lalu

Menteri UMKM: LAKSMI Tingkatkan Graduasi Ekonomi Pengusaha Mikro Inklusif

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…

1 hari yang lalu

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

2 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

2 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

2 hari yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

2 hari yang lalu