PERTANIAN

BPS Catat NTP November 2022 di 24 Provinsi Naik Tinggi

MONITOR, JAKARTA – Sebanyak 24 Provinsi di Indonesia mengalami kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan November 2022. Demikian disampaikan Deputi Bidang Statistik dan Jasa BPS, Setianto dalam berita resmi statistik yang digelar melalui video confrence, Kamis, 1 Desember 2022.

“Ada 24 provinsi yang mengalami kenaikan NTP dengan peningkatan tertingginya terjadi di Provinsi Riau yaitu sebesar 5,64 persen,” ujar Setianto, Kamis siang.

Secara keseluruhan, kata Setianto, NTP di bulan November mengalami kenaikan 107,81 atau naik sebesar 0,50 persen apabila dibandingkan dengan bulan Oktober 2002. Kenaikan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,66 persen atau lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani yang hanya 0,15 persen.

Menurut Setianto, peningkatan NTP tertinggi terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat yang naik sebesar 2,57 persen. Peningkatan terjadi karena indeks harga yang diterima mengalami kenaikan 2,60 persen dan disaat yang sama indeks harga yang dibayarkan petani atau IB mengalami kenaikan 0,03 persen.

“Komoditas yang diminan dalam kenaikan ini adalah kelapa sawit, Kakao, coklat, biji kopi, tebu dan Gambir,” katanya.

Setianto mengatakan kenaikan juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Tani atau NTUP yang mencapai 107,25 atau naik sebesar 0,46 persen apabila bandingkan dengan bulan lalu di Oktober 2022. Kenaikan NTUP terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,66 persen.

“Ini lebih tinggi dari kenaikan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal yang naik sebesar 0,19 persen,” jelasnya.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menambahkan bahwa kementan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dan produksi pertanian melalui penyediaan benih unggul, pendampingan lapang dan penyediaan sarana pertanian yang tersebar di seluruh Indonesia. Dia berharap, kenaikan NTP dan NTUP ini juga bisa menjadi momentum bersama dalam membangkitkan pertanian Indonesia.

“Melalui arahan Bapak Menteri, kira terus berupaya meningkatkan produksi baik padi, jagung maupun subsektor lainya. Dengan begitu, harapanny kesejahteraan petani juga akan turut meningkat,” jelasnya.

Recent Posts

QUTB GLOBAL Apresiasi Konser Andrea Bocelli, Serukan Solidaritas Palestina dan Perdamaian Dunia

MONITOR, Jakarta - QUTB GLOBAL Indonesia mengapresiasi Pemerintah Republik Indonesia dan penyelenggara konser Andrea Bocelli…

11 jam yang lalu

Kemnaker Buka InaSkills 2026, Siapkan SDM Unggul ke Kancah Internasional

MONITOR, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka Indonesia Skills Competition (InaSkills) tahun 2026 di…

12 jam yang lalu

Wamen UMKM Dorong Kualitas Penyaluran KUR di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Ditingkatkan

MONITOR, Surabaya – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza mendorong peningkatan…

12 jam yang lalu

Gagasan Diplomasi Agama Prof. Nasaruddin Umar Didukung Pemimpin Agama Dunia

MONITOR, Assisi - Gagasan Menteri Agama Republik Indonesia yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin…

16 jam yang lalu

Kementerian UMKM Percepat Pemulihan Wirausaha Terdampak Bencana di Sumatera

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana melalui…

17 jam yang lalu

Usulan Insentif Mobil Hybrid Diajukan Tahun Ini

MONITOR, Jakarta - Pemerintah tengah melakukan pembahasan teknis mengenai usulan insentif bagi kendaraan hybrid. Menteri…

19 jam yang lalu