HUKUM

Dorong Peningkatan Kinerja Polri, Sekjen KMPI Minta Program Polmas Diefektifkan

MONITOR, Solo – Sekretaris Jenderal Komunitas Masyarakat Pesantren Indonesia (KMPI), Ismail Habib mengatakan pelibatan masyarakat dalam membantu polisi menjalankan keamanan dan ketertiban (Kamtib) merupakan hal yang sangat penting. Salah satu yang bisa dilakukan polisi yaitu dengan mengefektifkan program community policing atau polmas yang berpedoman pada Perpol 1 tahun 2021.

“Melalui program Polmas ini, masyarakat diharapkan mampu mendeteksi dan mengidentifikasi permasalahan keamanan dan ketertiban di lingkungannya dan mencari solusinya,” Kata Ismail Habib saat menjadi pembicara dalam Diskusi Publik “Peran Publik dalam Meningkatkan Kinerja Polri” yang dilaksanakan di Hotel Kusuma Sahid Surakarta, Jumat (4/11).

Ismail Habib menjelaskan, dengan dijalankannya progrma Polmas tersebut diharapkan dapat mewujudkan kemitraan Polri dan masyarakat yang didasarkan pada kesepakatan bersama untuk menangani dan memecahkan permasalahan yang menimbulkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat guna menciptakan keamanan dan ketertiban.

Selain itu kata Ismail, program Polmas juga dapat meningkatkan kesadaran hukum dan kepedulian masyarakat/komunitas terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat dilingkungannya. Program tersebut prinsipnya yaitu untuk membangun kemitraan, kesetaraan, transparansi, akuntabilitas,partisipasi, hubungan personal, proaktif, orientasi pada pemecahan masalah, komunikasi intensif.

“Salah satu Polmas terbaik di Pekanbaru karena aplikasi Zapin, di mana masyarakat bisa dengan cepat melaporkan segala kejadian di sekitarnya. Juga memberikan pelayanan SKCK secara online,” Tutur Habib Ismail mencontohkan.

Ismail Habib mengungkapkan, program Polmas sampai saat ini kurang berhasil dijalankan, terutama dari sisi indikator komunikasi yang tidak berjalan dengan baik, karena komunikasi yang jalan hanya sebatas anggota Polmas dengan pimpinannya sedangkan anggota Polmas dengan masyarakat itu tidak terlaksana dengan baik.

“Hubungan timbal balik antara anggota Polmas dengan masyarakat tidak berjalan seperti yang diharapkan. Salah satunya yaitu terkendala teknis seperti tidak tersedianya sarana dan prasarana yang memadai,” Imbuhnya.

“Meski ada potensi besar dari peran masyarakat, dalam memerangi kejahatan dan menciptakan lingkungan yang lebih aman, pada kenyataannya, hanya sebagian kecil dari warga yang berpartisipasi secara aktif. Hal ini karena sikap terhadap partisipasi warga, nilai moral, dan emosi moral,” Tutupnya.

Recent Posts

Oktober 2026, Forum Antaragama G20 dan MHM Gelar KTT 2026 di Amerika Serikat

MONITOR, Jakarta - Asosiasi Forum Antar Agama G20 (IF20) bersama Majelis Hukama Muslimin (MHM) akan mengadakan…

12 jam yang lalu

Pembangunan Gedung Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta: Lompatan Peradaban Menata Ulang Arah Keilmuan

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, meresmikan pembangunan Gedung Fakultas Ushuluddin UIN Syarif…

14 jam yang lalu

Mei, Gerakan Sosial, dan Ancaman Keamanan Nasional

Oleh: Robi SugaraDosen Keamanan Internasional, Prodi HI, FISIP, UIN Jakarta Mei akan selalu menjadi bulan…

17 jam yang lalu

Ikatan Alumni FISIP UIN Jakarta Bela Saiful Mujani: Ini Bukan Makar, tapi Kritik Total

MONITOR, Jakarta - Adriansyah selaku Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik…

18 jam yang lalu

UU PPRT Diharap Jamin Hak Hingga Tingkatkan Harkat dan Martabat PRT

MONITOR, Jakarta - DPR RI baru saja mengesahkan Undang-undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT).…

1 hari yang lalu

DPR Soroti Kenaikan Harga Minyak Goreng Hingga BBM yang Beratkan Rakyat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok dampak dinamika…

1 hari yang lalu