Sabtu, 1 Oktober, 2022

Hadiri Haul Kyai Ageng Gribig, Ini Harapan Menko Airlangga

MONITOR, Jakarta – Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto malam ini menggelar acara dzikir dan sholawat dalam rangka Haul Kyahi Ageng Gribig, di Jatinom, Klaten.

Dalam sambutannya, Airlangga memanjatkan doa dan harapan agar ekonomi Indonesia bisa cepat bangkit pasca pandemi Covid-19.

“Dua tahun masyarakat kita dilanda pandemi Covid-19 yang menyebabkan berbagai kesulitan, alhamdulilah geliat ekonomi perlahan pulih, dan harus didorong agar ekonomi masyarakat bisa lebih cepat,” kata Airlangga.

Airlangga hadir bersama dengan Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf, KH Agus Ali Masyhuri (Gus Ali), dan Wakil Ketua Umum PBNU KH Nusron Wahid.

- Advertisement -

Turut hadir dalam acara haul itu Bupati Klaten Sri Mulyani; serta Wakil Bupati Klaten Yogo Hardoyo. Hadir pula Ketua PWNU Jawa tengah K.H Muzammil dan Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Klaten K.H Muhlis Hudaf

Ketua Umum Partai Golkar itu mengajak semua masyarakat yang hadir untuk selalu bersikap optimis.

Dengan sikap optimis rakyatnya, ia yakin Indonesia bisa terhindar dari krisis global yang saat ini menghantui berbagai negara di dunia.

“Dalam momentum ini kita jadikan upaya memohon ke Allah SWT dengan wasilah Dzikir dan Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW agar bangsa Indonesia diselamatkan dari ancaman krisis dan bahaya,” ujar Airlangga.

Selanjutnya, Airlangga bicara soal sosok Kyai Ageng Gribig yang dikenal dengan seorang Wali Besar pada zamannya.

“Beliau konsisten berdakwah dengan penuh kelembutan, ramah namun tegas serta efektif menyentuh hati masyarakat,” ucap Airlangga.

Menurut Airlangga, dakwah Kyai Ageng Gribig mudah diterima oleh masyarakat karena beliau adalah sosok yang mempunyai strategi dakwah unik.

Salah satu cara dakwahnya adalah membagikan apem kepada masyarakat sambil membaca wirid “Yaa Qawiyu”. Bagi Airlangga, kata “APEM” juga mempunyai makna dan filosofi tersendiri.

A berarti Akar Sejarah yang kuat, berarti menjaga tradisi, budaya dan selalu menjaga warisan para pahlawan bangsa.

P berarti Persatuan dan kesatuan, yaitu menjaga dan menanamkan nilai-nilai
toleransi untuk menjaga kerukunan dalam kebinekaan’

E adalah ekonomi Kerakyatan, yaitu pembangunan ekonomi haruslah
dipusatkan dan ditujukan untuk kemakmuran rakyat

M yakni Masyarakat yang Maju, Beragama dan Berakhlakul karimah.

“Nilai-nilai A-P-E-M APEM inilah yang menjadi garis perjuangan saya dimanapun saya berada, dan selalu menjadi pedoman dalam menjalankan segala amanah yang saya emban,” kata Airlangga.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER