POLITIK

Politisi NasDem Ingatkan Pancasila Harus Jadi Pondasi Perumusan RKUHP

MONITOR, Jakarta – Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Moh. Haerul Amri mengingatkan Pancasila telah menjadi ponadasi awal dalam merumusakan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Untuk itu, dalam perumusan RKHUP tentu harus berpedomanan terhadap Pancasila.

“Dalam membuat sebuah peraturan perundang-undangan, Pancasila menjadi fondasi awal pembentukan undang-undang sebelum UUD 1945, termasuk dalam pembuatan Rancangan Kitab Hukum Pidana (RKUHP),” kata Haerul Amri saat menjadi pembicara dalam acara Dilkat Pancasila dan Bedah RKUHP Mahasiswa Al-Qur’an se-Jawa Barat dan Banten di Subang, Sabtu (27/8).

Sekretaris Jenderal DPP GP NasDem itu menjelaskan, Pancasila telah menjadi pemersatu bangsa Indonesia dengan segala keberagaman dan kebhinekaanya dan telah menjadi pedoman disegala sektor kehidupan Indonesia yang termuat dalam 5 silanya.

“Pancasila merupakan sumber utama dari konstitusi Indonesia sendiri, yakni UUD 1945 dan telah sesuai dengan tujuan dan cita-cita kemerdekaan Indonesia yang termuat dalam pembukaan UUD 1945,” Jelas Aam.

“Aturan ini bukan bermaksud untuk membatasi hak seseorang untuk berekspresi hingga mengemukakan pendapat, tetapi untuk menjaga kesatuan NKRI yang selama ini dipersatukan dengan kelima sila yang ada di Pancasila,” Sambungnya.

Lebih lanjut Aam menambahkan, dalam draf RKUHP terbaru yang sudah diserahkan ke DPR diatur hukuman bagi orang yang menyerukan penggantian Ideologi Pancasila dengan ideologi lain, dengan ancaman hukuman selama 5 tahun penjara. “Ini merupakan benteng perthanan Pancasila,” tambahnya.

“KUHP baru ini penting mengikuti pergeseran paradigma dalam ajaran hukum pidana yaitu dari paradigma retributive (balas dendam dengan penghukuman badan) menjadi paradigma keadilan mencakup prinsip keadilan korektif (bagi pelaku), restorative (bagi korban) dan rehabilitative (bagi keduanya). Dan telah sesuai dengan  living law atau hukum yang hidup dalam masyarakat,” tutupnya.

Recent Posts

Wamenhaj Dorong Pelibatan Nonmuslim Dukung Pelayanan Jemaah Haji

MONITOR, Manado – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat…

2 jam yang lalu

Demo Polri, Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita Tuntut Pembersihan Oknum dan Penegakan Sistem Merit

MONITOR, Jakarta - Sejumlah masa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita (KoMPAS) menggelar…

6 jam yang lalu

Prof Rokhmin: Bantuan Ayam Petelur Harus Jadi Modal Awal Kemandirian Usaha

MONITOR, Cirebon - Bantuan ayam petelur kepada kelompok ternak harus menjadi modal awal untuk membangun…

9 jam yang lalu

Hasil Kunjungan Menag dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa sejumlah peluang kerja sama internasional dari hasil…

11 jam yang lalu

Menteri UMKM: KUR Jadi Instrumen Perluasan Akses Modal Produktif UMKM

MONITOR, Bali – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa Kredit…

15 jam yang lalu

FISIP UIN Jakarta dan LW MUI Dorong Wakaf Produktif untuk Pemberdayaan Sosial

MONITOR, Jakarta -Wakaf produktif perlu dikembangkan dari praktik filantropi keagamaan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, pendidikan,…

1 hari yang lalu