PARLEMEN

Kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia Usai, Gus Hilmy: Sudah Sesuai Cita-Cita UUD NRI 1945

MONITOR, Jakarta – Presiden Joko Widodo telah melakukan misi perdamaian denganmengunjungi dua negara yang tengah berkonflik, yaitu Ukrainadan Rusia. Langkah yang ditempuh oleh Presiden Jokowi inidianggap tidak efektif oleh sebagian pihak. Pasalnya, setelahkunjungan tersebut, Rusia masih melancarkan serangan keOdessa, Ukraina. 

Meski demikian, langkah Presiden Jokowi mendapatkan banyakapresiasi. Di antaranya dari Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. Menurutnya, langkah orang nomor satu di Indonesia itu sudah tepat karenamerupakan bagian dari impelentasi nilai-nilai yang terkandungdalam UUD NRI 1945.

“Langkah Presiden sudah tepat dan sesuai dengan nilai-nilaikemanusiaan. Beliau sangat memahami dan menjunjung tinggiUUD NRI 1945 yang di dalamnya menyatakan bahwa Indonesia harus berperan dalam mewujudkan perdamaian dunia. Itu dasarhukum negara kita. Dan Presiden mempraktikkannya dengansangat baik,” ujar anggota Komite I DPD RI tersebut kepadamedia pada Sabtu (2/7/2022) malam.

Pria yang akrab disapa Gus Hilmy tersebut menambahkan, yang terpenting adalah usahanya. Mengenai hasilnya, Gus Hilmytersebut mengajak seluruh masyarakat mendoakan perdamaianitu terwujud.

“Seluruh masyarakat, kami harap turut mendukung langkahPresiden ini. Hasil itu nomor dua, yang penting sudahdiusahakan maksimal. Semoga dunia bisa kembali berdamai,” ujar Senator asal Yogyakarta itu.

Gus Hilmy juga mengingat bahwa apa yang dilakukan PresidenJokowi bukan untuk kepentingan Indonesia, melainkan untukperdamaian dunia. Gus Hilmy pun optimis, bahwa nantinyaperdamaian dapat terwujud.

“Kita bisa melihat bagaimana antusiasme Presiden Putin ataskedatangan Presiden Jokowi, sehingga menghasilkan berbagaikesepakatan. Keduanya tampak lebih mesra dibandingpemimpin negara lain, karena Presiden Jokowi tulus denganproposalnya,” kata pria yang juga Katib Syuriah PBNU tersebut. 

Selain itu, Gus Hilmy juga mengajak negara-negara lain mengikuti langkah Presiden Indonesia ini. Sejauh ini masih adanegara-negara yang sengaja membuat suasana di antara keduanegara tersebut semakin panas. 

“Kita dari Indonesia mengajak negara-negara lain jugamengikuti langkah Presiden kita ini. Jangan justru membuatsemakin panas dengan keberpihakan dan sokongan senjata. Kita tahu, apa kepentingan mereka dalam berpihak. Kita akan dapatmelihat peradaban dunia yang indah jika para pemimpin duniadapat bersikap seperti Presiden kita dalam mewujudkanperdamaian. Kalau tidak bisa membuat perdamaian, setidaknyajangan memancing peperangan terus terjadi,” ajak Gus Hilmy.

Melihat sejarah, perdamaian dalam peperangan tidak serta-mertadapat terhenti seketika meski sudah ada pihak yang berusahamendamaikan. Kedua kepala negara yang berkonflik harusbertemu dan membuat kesepakatan.

Hal ini pulalah yang terjadi antara Indonesia dengan Belandadulu. Kedua negara bertemu dan menandatangi perjanjiankedaulatan hingga akhirnya Indonesia benar-benar terlepas daripenjajahan dan perang pun berakhir. 

Demikian pula dengan Rusia dan Ukraina. Dengan PresidenJokowi mendatangi sekaligus mengundang langsung keduapresiden yang tengah berkonflik tersebut, ada harapan G20 menjadi momentum duduk bersama untuk membicarakanperdamaian.

“Terjadinya perang itu tidak seketika, proses perdamaiannyademikian juga. Tidak akan mudah dan memerlukan waktu yang tidak singkat, akan tetapi masa depan perdamaian terlihat lebihcerah dan mudah. Di antaranya persetujuan Putin soal distribusipangan. Oleh karena itu, kita tunggu, momentum pentingIndonesia menunjukkan perannya dalam mewujudkanperdamaian dunia menjelang akhir tahun ini,” tutup Gus Hilmy.

Recent Posts

Permintaan Global Meningkat Picu Kenaikan HPE Konsentrat Tembaga dan Emas

MONITOR, Jakarta - Harga Patokan Ekspor (HPE) komoditas konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) ditetapkan…

1 jam yang lalu

Kemenag Gelar Takjil Pesantren di Lirboyo, Soroti Karakter Santri Inspiratif

MONITOR, Kediri - Kementerian Agama menggelar kegiatan ‘Takjil Pesantren: Talkshow dan Ngaji Bareng Santri’ di…

7 jam yang lalu

Prabowo-Gibran Tunai Zakat di Istana, Jadi Teladan Perkuat Ekonomi Umat

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming, serta para menteri Kabinet…

11 jam yang lalu

Rektor UIN Jakarta Paparkan Tiga Fokus Utama Pengembangan Universitas di Hadapan Para Alumni

MONITOR, Serpong - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar M.A. Ph.D. memaparkan…

12 jam yang lalu

DPR Desak Polisi Usut Tuntas Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus…

13 jam yang lalu

Khotmul Qur’an Braille di Bandung, Bukti Pendidikan Islam Inklusif Terus Menguat

MONITOR, Bandung - Suasana haru dan penuh semangat Ramadan terasa di Masjid Ibnu Umi Maktum,…

16 jam yang lalu