BERITA

Demo 114 Disorot Internasional, Pemerintah Dinilai Permalukan Bangsa

MONITOR, Jakarta – Pemerintah dinilai telah mempermalukan Bangsa Indonesia di mata dunia atau internasional dengan adanya demonstrasi atau unjuk rasa besar-besaran yang dilakukan oleh mahasiswa pada Senin (11/4/2022) kemarin.

Direktur Eksekutif Nahdliyin for World Civilization and Humanity, Kresna Mahzum mengungkapkan, bahwa unjuk rasa mahasiswa itu pastilah dipantau oleh media dalam negeri dan juga luar negeri, sehingga dunia pasti menyaksikannya.

“Kita ini kan sedang menjadi pantauan internasional ya, jadi sangat memprihatinkan ya. Karena walking group G20 ini sudah berjalan. Artinya, bahwa kelompok kerja G20 itu banyak diikuti oleh panitia lokal maupun internasional ini sudah berjalan, secara otomatis ini akan mempengaruhi kredibilitas Indonesia di mata internasional. Ya ini sangat memprihatinkan,” ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/4/2022).

Mahzum menilai, unjuk rasa besar-besaran yang dilakukan mahasiswa itu adalah akumulasi kekecewaan terhadap sikap pemerintah yang selalu saja melakukan hal-hal yang tidak produktif, salah satunya terkait wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

“Bahkan kalau saya katakan bahwa rezim saat ini sudah menjatuhkan kredibilitas Bangsa Indonesia di mata internasional,” ujarnya.

Oleh karena itu, Mahzum pun meminta kepada pemerintah untuk berhenti melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kredibilitas Bangsa Indonesia di mata dunia, salah satunya terkait wacana perpanjangan masa jabatan presiden.

Mahzum menegaskan, pemerintah juga harus lebih peka dan mau mendengarkan masukan serta kritikan dari rakyat yang diwakili oleh para mahasiswa.

“Mahasiswa harus terus menggelorakan idealismenya, harus terus menjalankan fungsi kontrolnya terhadap kekuasaan,” katanya.

Mahzum pun menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa yang telah menggelar unjuk rasa tersebut. Sebab, menurut Mahzum, hal itu untuk perbaikan Indonesia ke depannya.

“Jadi dalam pandangan kami, adek-adek (mahasiswa) memang harus selalu memberikan kontrol terhadap jalannya Pemerintahan Indonesia. Ini sangat penting dan harus selalu dikedepankan nilai-nilai idealisme, dalam rangka apa? Supaya Indonesia ke depan ini akan menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Selain itu, Mahzum menambahkan, unjuk rasa mahasiswa tersebut juga sebagai langkah mengantisipasi rencana-rencana culas yang mungkin saja sudah dipersiapkan oleh oknum tak bertanggungjawab dalam wacana perpanjangan masa jabatan presiden.

“Apa yang dilakukan adek-adek mahasiswa ini merupakan antisipasi konflik yang harus dilakukan karena pengalaman bahwa yang sudah terjadi pada Omnibus Law kemarin praktis ada semacam skenario-skenario yang tersembunyi. Apa yang dilakukan oleh adek-adek mahasiswa kemarin ini merupakan langkah yang tepat,” ujarnya.

Recent Posts

Kemnaker Gandeng Dunia Usaha Perluas Pelindungan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Mandiri

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng dunia usaha untuk memperluas pelindungan jaminan sosial bagi…

3 jam yang lalu

Kementerian UMKM Sambut PEWIRA Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional

MONITOR, Bogor – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyambut baik terbentuknya Perhimpunan Pengembang Kewirausahaan…

15 jam yang lalu

Kemenag Bakal Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan untuk Menyambut HUT RI Ke-81

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama akan menggelar Doa dan Zikir Kebangsaan sebagai salah satu rangkaian HUT…

15 jam yang lalu

Kementerian UMKM dan BPOM Percepat Akses Perizinan UMK Pangan Olahan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Badan Pengawas Obat dan…

18 jam yang lalu

HUT ke-79 Kemnaker Jadi Momentum Perkuat Vokasi dan Transformasi Green Office

MONITOR, Jakarta — Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjadi momentum memperkuat transformasi…

19 jam yang lalu

Milenial dan Gen Z Dominasi Pemilih 2029, Komisi II DPR Dorong Regulasi Pemilu Berbasis Digital Termasuk Soal AI

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin menyoroti data terbaru dari Komisi…

22 jam yang lalu