MEGAPOLITAN

Wisatawan Kepulauan Seribu Ngeluh, Marak Pungli di Pelabuhan Kali Adem

MONITOR, Jakarta – Marakya pungutan liar (pungli) parkir di kawasan Pelabuhan Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara, banyak dikeluhkan para wisatawan yang akan menghabiskan waktu liburannya di Kepulauan Seribu.

Para wisatawan ini mengaku, dipungut biaya parkir hingga mencapai ratusan ribu rupiah saat memarkirkan kendaraan roda empatnya di kawasan Pelabuhan Kali Adem.

Adalah Rosyid (41), salah satu wisatawan asal Jakarta Timur yang mengeluh ketika harus membayar uang parkir Rp 100 ribu kepada oknum petugas parkir di Pelabuhan Kali Adem.

“Saya kaget juga ya diminta uang parkir Rp 100 ribu. Katanya anggaran tersebut untuk kendaraan yang menginap,” keluhnya ke awak media, Minggu (19/3/2022).

Anehnya kata Rosyid, orang yang mengaku juru parkir di Kawasan Pelabuhan Kali Adem tersebut tidak memberikan bukti karcis. “Jadi mereka itu tidak memberikan bukti karcis. Saya menduga, mereka itu adalah oknum yang memungut biaya parkir,” ujarnya.

Tak hanya Rosyid, adanya pungli parkir yang mencekik tersebut juga dikeluhkan Santi (29), warga Ancol. Menurutnya, biaya parkir yang dimintai itu sebagai pungli, mengingat pengelola tidak melakukan pemungutan untuk parkir.

“Saya sempat minta karcis parkirnya sebagai tanda retribusi, tapi petugas yang mintainya bilang tidak mengeluarkan,” ujarnya.

Ibu dua anak ini pun berdalih tak ingin berdebat dan jadi perhatian orang, hingga memilih untuk membayarnya Rp100 ribu. “Saya berharap aparat berwenang untuk melakukan penertiban, karena ini sudah bikin tidak nyaman wisatawan,” pungkasnya.

Sementara itu, pantauan di lapangan, ternyata pungli tak hanya menyasar wisatawan Kepulauan Seribu yang menitipkan kendaraannya. Namun juga, pengendara yang mengantarkan barang atau orang.

Diketahui, Pelabuhan Kali Adem merupakan salah satu tempat penyebrangan wisatawan maupun masyarakat yang akan berkunjung ke sejumlah pulau di Kepulauan Seribu.

Recent Posts

Kementerian UMKM Alokasikan Anggaran Percepatan Pemulihan UMKM Pascabencana di Aceh

MONITOR, Banda Aceh – Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan dukungan…

16 jam yang lalu

FKDT dan Masa Depan Pendidikan Keagamaan di Indonesia

Oleh: Akhmad Sururi Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, pendidikan Indonesia tidak cukup…

18 jam yang lalu

Indonesia Usung Isu Pembiayaan Inklusif dan Ekosistem Kewirausahaan di Forum APEC

MONITOR, Guangzhou, Cina - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan komitmen…

1 hari yang lalu

Kemenhaj Minta Jemaah Umtah Tenang Atas Terdampaknya Penerbangan Akibat Abu Vulkanik

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan,…

1 hari yang lalu

Kementan Ajak Alumni Peternakan Jadi Penggerak Hilirisasi dan Kesejahteraan Peternak

MONITOR, Purwokerto – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi…

1 hari yang lalu

Panen Demplot Pupuk Hayati Cair Organik di Kabupaten Bandung Naikkan Produksi Padi

MONITOR, Bandung – Para petani di Ciparay Kabupaten Bandung sumringah. Produksi padi yang menerapkan pupuk…

2 hari yang lalu