PERTANIAN

Bebaskan Pulau Sumbawa dari Rabies, Kementan Kukuhkan Kader Siaga Rabies

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian RI (Kementan RI) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mengukuhkan Kader Siaga Rabies (KASIRA) Tahun 2022 sebagai upaya akselerasi pembebasan Rabies berbasis partisipasi dan pemberdayaan masyarakat khususnya di Pulau Sumbawa (10/2/2022).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah mengatakan, keberadaan Lembaga KASIRA tersebut diharapkan mampu meningkatkan sinergitas unsur puskeswan, puskesmas, dan instansi terkait dalam meningkatkan motivasi dan komitmen kader, serta mendorong implementasi konsep One Health. Harapannya strategi pengendalian rabies dapat dilaksanakan secara efektif, sebagai bentuk dukungan menuju “Nol kematian manusia akibat rabies pada tahun 2030”.

“Tahun ini kita kukuhkan Kader Siaga Rabies (KASIRA) Tahun 2022 sebagai upaya akselerasi pembebasan Rabies, khususnya di Pulau Sumbawa”, kata Nasrullah Ia jelaskan, idealnya KASIRA ada di setiap desa dan kecamatan. Sejak tahun 2021, Ditjen PKH Kementan telah membentuk KASIRA di 5 kabupaten/kota, di 5 kecamatan dengan masing-masing kecamatan terdiri dari 5 desa terpilih yang memiliki kasus rabies tertinggi di Pulau Sumbawa.

KASIRA merupakan lembaga non formal yang dibentuk di tiap desa dengan melibatkan peran aktif masyarakat lokal yang terdiri dari berbagai unsur yaitu: aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kader Posyandu dan pemburu yang memanfaatkan anjing untuk mendapatkan hewan buruannya. “KASIRA merupakan hasil adopsi dan replikasi program pembebasan Rabies di Kabupaten Sukabumi yang telah diinisiasi oleh LPPM IPB”, ungkap Nasrullah. “Saat ini kita modifikasi dan sesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah”, tambahnya.

Pengukuhan KASIRA nasional pada tahun ini dilaksanakan di Kota Mataran NTB pada hari Rabu, 9 Februari 2022 yang dihadiri oleh Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kepala Dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan di 20 provinsi se- Indonesia.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Syamsul Ma’arif saat ditemui di lokasi acara mengatakan, pembentukan Kasira dimulai dengan sosialisasi, yang dilanjutkan dengan pembentukan kader dan bimbingan teknis bagi para kader. Sebagai bentuk apresiasi bagi para kepala daerah di Pulau Sumbawa atas terbentuknya Kasira di wilayahnya, maka pada hari ini dilaksanakan pengukuhan. Pembentukan KASIRA di 5 wilayah percontohan di Pulau Sumbawa ini dapat menjadi katalisator dikembangkannya KASIRA di wilayah lain. Peran aktif Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Kesehatan, Perguruan Tinggi dan kader sangat mempengaruhi keberlangsungan kelembagaan ini di masyarakat.

Ia berharap keberadaan KASIRA akan mampu mempercepat proses pelaporan kasus dan respon, meningkatkan cakupan vaksinasi anjing, memperluas penyebaran informasi, serta meningkatkan pengetahuan sikap dan praktik masyarakat dalam pemeliharaan Hewan Penular rabies (HPR) yang memenuhi kaidah kesejahteraan hewan, sehingga mensupport program pengendalian rabies.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), di tempat terpisah juga menyampaikan, Rabies bukanlah penyakit baru dalam sejarah perabadan manusia. Namun kasus Rabies ini bisa berdampak pada kematian manusia, bahkan juga berdampak terhadap perekonomian. Menurut laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2021, secara global, beban ekonomi akibat rabies yang diperantarai anjing diperkirakan mencapai US$ 8,6 miliar per tahun.

Menurutnya, keterlibatan berbagai sektor melalui kolaborasi One Health terutama penyuluhan kepada masyarakat, tentang kesadaran dan kampanye vaksinasi, tidak melepasliarkan anjing peliharaan, serta pertolongan pertama kasus gigitan sangat penting sebagai upaya mengurangi kasus terkait penyakit rabies.

“Jika kasus gigitan anjing diduga rabies berkurang, maka kerugian ekonomi yang ditimbulkannya juga dapat ditekan”, kata Menteri SYL. “Hingga saat ini kita akan terus berupaya untuk membebaskan Indonesia dari penyakit Rabies”, pungkasnya.

Sementara Gubernur NTB Zulkieflimansyah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Pertanian khususnya Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang telah menjadikan Pulau Sumbawa sebagai pilot proyek pemberantasan rabies, melalui penguatan pemberdayaan masyarakat.

“Kejadian rabies mungkin dianggap sepele bagi sebagian orang. Namun sebenarnya hal ini dapat berdampak besar bagi sektor lain jika tidak ditangani dengan baik. Misalnya event internasional yang rencana akan diselenggarakan di NTB yaitu “MotorGP” di Mandalika dan “Motorcross” di Lombok Tengah “, kata Zulkieflimansyah.

Untuk itu, marilah kita saling bekerja sama untuk memberantas rabies dari Bumi Nusa Tenggara Barat”, pungkasnya.

Recent Posts

Waka Komisi IV DPR: Rehabilitasi Sawah Pascabencana Aceh-Sumatera Harus Jadi Strategi Perlindungan Produksi Pangan Nasional

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman memandang langkah Pemerintah…

4 jam yang lalu

Legislator Ingatkan Ada Ancaman Hukuman Bagi yang Beri Perlakuan Spesial ke Pelaku Pencabulan Santriwati

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengingatkan agar jangan ada…

4 jam yang lalu

Kementan Gerak Cepat Tangani Kasus Rabies di Maros

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian bergerak cepat menangani kasus gigitan anjing rabies di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan…

11 jam yang lalu

FDIKOM UIN Jakarta Resmikan Common Room Pascasarjana, Dorong Kolaborasi dan Inovasi Akademik

MONITOR, Tangerang Selatan - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali…

12 jam yang lalu

Kemnaker Siap Dampingi Perusahaan Serap Tenaga Kerja Disabilitas

MONITOR, Blitar – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemenuhan hak kerja penyandang disabilitas…

12 jam yang lalu

Kementan Perkuat Stabilitas Harga Telur, Asosiasi Pastikan Kondisi Peternak Tetap Kondusif

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus mempercepat…

13 jam yang lalu