PERTANIAN

Suweg dan Iles-Iles Kaya Khasiat, Potensial untuk Dikembangkan

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan terus gencar mempopularkan komoditas pangan lokal Sebagai pangan alternatif selain nasi. Melalui BTS Propaktani episode 304 mengangkat topik “Budidaya Suweg dan Iles-Iles Sebagai Pangan Alternatif” pada Rabu, 26 Januari 2022.

Dalam kesempatan tersebut hadir Guru Besar, IPB University, Edi Santosa. Pada paparannya Edi menjelaskan dengan detail mengenai cara budidaya suweg. “Suweg cocok ditanam tumpangsari, sehingga tidak bersaing dengan lahan tanaman pangan yang ada”. Ia pun mengatakan bahwa penanaman suweg cukup mudah karena katak (umbi) akan menjadi tanaman baru di tahun berikutnya. “Untuk pencahayaan lahan membutuhkan naungan cahaya penuh sampai dengan 70%, untuk tingkat air, cukup dengan lahan yang kering dengan pupuk organik. Serta yang perlu diingat suweg ini adaptif terhadap perubahan iklim” ujarnya.

Lebih lanjut dalam pembicaraan mengenai teknologi pengolahan suweg dan iles-iles, akademisi UNPAD, Herlina Marta memaparkan bahwa pengolahan suweg dan iles-iles menjadi tepung dan pati memiliki beberapa kelebihan. “Umur simpan lebih panjang, pemanfaatan lebih luas, alternatif pengganti terigu, alternatif pengganti maizena dan tapioka, dan pati dapat diproses lebih lanjut menjadi maltodekstrin serta sirup glukosa” imbuhnya. Ia pun mengatakan walaupun terdapat kelebihan, terdapat pula kelemahan dari pati dari suweg dan iles-iles. Namun demikian dapat diakali dengan modifikasi pati/tepung, seperti halnya tepung mocaf.

Pada kesempatan yang sama peneliti BRIN, Yuzammi, mengatakan bahwa suweg dan iles-iles berada pada satu genus yang sama yakni, amorphophallus. Ia pun menjelaskan perbedaan antara suweg dan iles-iles. “Harus diketahui bahwa antara suweg dan iles-iles walaupun terlihat mirip tetap memiliki perbedaan. Keduanya memang memiliki daun yang kecil dengan ujung daun yang runcing, akan tetapi warna daun iles-iles berwarna hijau tua. Perbedaan lain adalah kulit batang suweg lebih kasar dan berwarna belang hijau-putih, sedangkan iles-iles berbatang halus dan berwarna keunguan. Dan yang paling terlihat adalah umbi iles-iles dapat dikenali karena tampak seperti bengkoang” ujar Yuzammi.

Hadir pula, Kabid TPH DKP & Pertanian Pacitan, Gatut Winarso. Gatut lebih menjelaskan bagaimana peluang dari pembuatan olahan umbi suweg. Ia mengatakan bahwa suweg dapat diolah menjadi gaplek untuk dijadikan tepung, dapat digunakan untuk aneka industri seperti lem, perfilman dan bahan baku terbarukan. Senada dengan Gatut, Sustiwiningsih, Kabid TP Distan Pangan Gunung Kidul menyebutkan bahwa di Gunung Kidul, suweg dan iles-iles banyak ditemukan di pekarangan atau hutan. Ia pun mengatakan bahwa kedua tanaman tersebut menjadi tanaman favorit yang dikembangkan di Gunung Kidul.

Dalam kesempatan yang lain, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menyampaikan bahwa perlunya mempunyai prinsip mengutamakan konsumsi pangan lokal dan anti impor. “Pengembangan pangan lokal, seperti suweg dan iles-iles merupakan langkah yang positif dan bagus, terlebih apabila dapat menjadi pangan alternatif yang potensial” prinsipnya pengembangan pangan lokal sejalan dengan strategi Menteri Pertanian, SYL dalam cara bertindak 2 (CB2) terkait diversifikasi produksi dan pangan lokal, imbuhnya.

Recent Posts

Kementerian UMKM Alokasikan Anggaran Percepatan Pemulihan UMKM Pascabencana di Aceh

MONITOR, Banda Aceh – Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan dukungan…

5 jam yang lalu

FKDT dan Masa Depan Pendidikan Keagamaan di Indonesia

Oleh: Akhmad Sururi Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, pendidikan Indonesia tidak cukup…

7 jam yang lalu

Indonesia Usung Isu Pembiayaan Inklusif dan Ekosistem Kewirausahaan di Forum APEC

MONITOR, Guangzhou, Cina - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan komitmen…

20 jam yang lalu

Kemenhaj Minta Jemaah Umtah Tenang Atas Terdampaknya Penerbangan Akibat Abu Vulkanik

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan,…

24 jam yang lalu

Kementan Ajak Alumni Peternakan Jadi Penggerak Hilirisasi dan Kesejahteraan Peternak

MONITOR, Purwokerto – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi…

1 hari yang lalu

Panen Demplot Pupuk Hayati Cair Organik di Kabupaten Bandung Naikkan Produksi Padi

MONITOR, Bandung – Para petani di Ciparay Kabupaten Bandung sumringah. Produksi padi yang menerapkan pupuk…

1 hari yang lalu